Skip to content

7. TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLOH DALAM PERTANIAN

20 Juni 2007

camel

Alloh subhanahu wa ta’ala sebagai tuhan mempunyai tanda-tanda ketuhanan-Nya berupa hasil-hasil ciptaan-Nya, berupa langit dan bumi dan apa yang ada di dalam keduanya, juga apa yang ada di antara keduanya. Termasuk juga kejadian-kejadian yang berlangsung dalam makhluk-Nya tersebut. Kemudian Alloh menyuruh untuk memikirkan tanda-tanda kekuasaan-Nya tersebut, termasuk pada tanaman dan tumbuhan. Sedangkan pertanian tidaklah lepas dari tanaman dan tumbuhan yang Alloh menyuruh untuk memikirkan dan memperhatikan. Dalam al-Quran banyak ayat yang menyuruh memperhatikan tanda-tanda kekuasaan Alloh berupa tanaman maupun tumbuhan, salah satunya adalah:

“Dia yang menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanaman-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam-macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Alloh) bagi kaum yang memikirkannya.” (QS. An Nahl : 11)

Dan juga firman-Nya:

“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu biji-bijian yang banyak, dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai dan kebun-kebun anggur dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya diwaktu pohonnya berbuah dan (perharikan pula) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Alloh) bagi orang-orang yang beriman.” ( Al An’am : 99) .

Syaikh Abdur Rahman As-Sa’dy rohimahulloh: menjelaskan dalam tafsirnya:

Firmannya: “Perhatikanlah” maksudnya lihatlah, pikirkanlah dan ambilah pelajaran.

“buahnya diwaktu pohonnya berbuah” maksudnya buah pohon/tanaman secara umum, khususnya buah pohon kurma,

“dan (perhatikan pula) kematangannya” maksudnya perhatikanlah pada buah itu mulai dari waktu munculnya sampai matangnya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat pelajaran dan tanda-tanda kekuasaan (Alloh subhanahu wa ta’ala), dan menunjukkan rahmat Alloh, banyaknya kebaikan-Nya dan kedermawanan-Nya serta menunjukkan sempurnanya kemampuan-Nya juga menunjukkan pertolongan-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Akan tetapi tidak setiap orang bisa mengambil pelajaran dan memikirkannya, tidak semua orang yang memperhatikan dan memikirkannya mampu mengetahui makna yang terkandung.

Oleh karena itu Alloh subhanahu wa ta’ala mengaitkan bahwa orang yang mampu mengambil manfaat (pelajaran) dari tanda-tanda kebesaran-Nya hanyalah orang-orang yang beriman, sebagaimana firmannya. ”Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Alloh) bagi orang-orang yang beriman”.  Sesungguhnya orang-orang mukminlah yang dengan keimanannya membawa mereka kepada amal sebagai realisasi dan konsekuensi dari keimanan mereka.Lihat kitab Taisir Karimur Rohman Fi Tafsir Kalamil Mannan.

Imam Ibnu Jarir rohimahulloh menjelaskan dalam tafsirnya:

“Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Alloh) bagi orang-orang yang beriman.” Alloh subhanahu wa ta’ala menyebutkan “Sesungguhnya pada” pada turunnya hujan dari langit yang menumbuhkan segala tumbuh-tumbuhan, tanaman yang menghasilkan biji-bijian, dan semua apa yang disebutkan dalam ayat ini “terdapat tanda-tanda (kekuasaan Alloh)”

Wahai manusia, “pada yang demikian itu” jika kalian memeperhatikan kepada buahnya saat mulai berbuah hingga matang maka kalian akan melihat perbedaan keadaan dan perubahan pada bentuk dan ukurannya sehingga kalian akan mengetahui bahwa Alloh berkuasa merubah-rubah sesuatu dan tidak ada sesuatupun semisal-Nya. Tidaklah pantas ibadah ditujukan kecuali kepada Alloh subhanahu wa ta’ala semata, tanpa ditujukan kepada tuhan-tuhan lainnya maupun tandingan-tandingan lainnya. Dan pada hal yang demikian terdapat hujjah, bukti dan penjelasan ‘bagi orang-orang yang beriman” bagi orang-orang yang membenarkan tentang keesaan Alloh dan membenarkan kekuasaan Alloh atas apa yang Dia kehendaki. Alloh subhanahu wa ta’ala mengkhususkan penyebutan orang-orang yang beriman karena merekalah orang-orang mampu mengambil manfaat dari hujjah-hujjah Alloh dan merekalah yang mampu mengambil pelajaran bukan orang-orang yang telah ditutup hatinya maka dia tidak bisa mengetahui (membedakan) antara kebenaran dengan kebatilan, antara petunjuk dengan kesesatan. Lihat kitab Tafsir ath-Thobari

Itulah penjelasan dua ulama ahli tafsir dalam menafsirkan ayat di atas, dibawakan pada kesempatan ini untuk membantu memahami makna yang terkandung di dalamnya. Maka jelaslah bahwa Alloh subhanahu wa ta’ala menyuruh manusia untuk memikirkan kekuasaan Alloh subhanahu wa ta’ala dan tanda-tanda kekuasaan Alloh subhanahu wa ta’ala yang diantaranya yang disebutkan pada ayat di atas berupa tanaman-tanaman pertanian.

Dan sungguh dalam pertanian banyak tanda-tanda kebesaran Alloh, perhatikanlah dan renungkanlah betapa kuasanya Alloh subhanahu wa ta’ala yang telah menumbuhkan tanaman dari dalam tanah dari berupa benih, mengembangkan dan menumbuhkannya hingga akhirnya menjadi tanaman yang bisa dipanen. Apalagi kalau direnungi lagi proses tersebut secara lebih mendalam, bagaimana proses yang terjadi di dalamnya, reaksi-reaksi kimia yang berlangsung di dalamnya maka makin menunjukkan kepada tanda-tanda kekuasaan Alloh. Perhatikanlah bagaimana tanaman itu tumbuh, berbuah dan bagaimana rasanya?

Terus apakah maksud dari memikirkan tanda-tanda kekuasaan Alloh tersebut? Maka jawabannya untuk membantu mengetahui bahwa Alloh adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu, mengetahui Dia lah pengatur segala urusan sampai urusan tanaman dan tumbuhan pun Alloh yang mengaturnya, semuanya diatur oleh Alloh, mengetahui Alloh yang memberikan rizki kepada makhluknya termasuk tumbuhan dan tanaman semuanya.

Maka semua tumbuhan dan tanaman baik tanaman yang dibudidayakan manusia dan yang tidak dibudidayakan, rerumputan, semak belukar dan hutan-hutan belantara semua ada dan tumbuh atas kekuasaan, pengaturan dan limpahan rizki dari Alloh.

Bahkan tanaman yang berada dalam perawatan intensif dengan sistem budidaya yang telah maju seperti hidroponik dan aeroponik, atau dibudidayakan dengan sensor dalam rumah-rumah kaca, menggunakan irigasi tetes dan teknologi yang canggih lainnya maka tetap saja tanaman itu tumbuh dan berkembang dari benih sampai bisa dipanen atas kekuasaan, pengaturan dan limpahan rizki dari Alloh. Seandainya tanpa kukuasaan, pengaturan dan limpahan rizki dari Alloh maka tidaklah tanaman itu akan tumbuh dan berkembang, karena tanaman itu tidak mempunyai kekuasaan atas dirinya sendiri kecuali dari kukuasaan Alloh, sehingga sebenarnya tidaklah tanaman itu tumbuh dan berkembang sendiri.

Maka tujuan dan manfaat dari memikirkan tanda-tanda kebesaran Alloh adalah tauhid (mengesakan Alloh). Akan menjadi tahu lah siapakah yang pengatur segala urusan, yang berkuasa atas segala sesuatu dan yang melimpahkan rizki dan maha pencipta maka jawabannya hanyalah Alloh saja ini lah yang disebutkan sebagai tauhid rububiyyah (Tauhid rububiyyah adalah mengesakan Alloh dengan mempercayai hanyalah Alloh satu-satunya yang Maha pencipta, Pengaturan segala urusan dan Penguasa segala sesuatu). Maka orang yang melakukan kesyirikan dengan meminta kepada batu dan pohon, menyembah patung dan berhala, pada hakekatnya mereka meminta dan menyembah kepada sesuatu yang tidak mempunyai kukuasaan, pengaturan, pemberian rizki, tidak mampu menciptakan dan tidak mampu memberi manfa’at juga tidak mampu menolak bahaya.

Kemudian apakah konsekuensi dari mentauhidkan Alloh dalam tauhid rububiyyah, maka para ulama menyebutkan konsekuensinya adalah tauhid uluhiyyah yaitu mengesakan Alloh dalam ibadah dan penyembahan. Maka tidaklah benar orang yang mentauhidkan Alloh dalam rububiyyah-Nya namun dia menyekutukan Alloh dalam beribadah dan penyembahan kepada Alloh. Bagaimanakah mungkin orang yang percaya Alloh subhanahu wa ta’ala sebagai pencipta, penguasa segala sesuatu, dan pengatur segala urusan bisa memalingkan ibadah dan penyembahan kepada selain Alloh?.

Namun kenyataannya alangkah banyak orang-orang yang berbuat syirik di dunia ini, milyaran orang menolak agama tauhid yaitu islam, bahkan sangat disayangkan orang-orang islam sendiri juga banyak yang berbuat kesyirikan. Contoh dalam hal ini sangat banyak untuk disebutkan dan jelas bagi orang yang memperhatikan keadaan kaum muslimin sekarang. Seperti mulai penyembahan kepada benda mati, mendatangi dukun, kepercayaan terhadap takhayul dan khurafat , dan lain sebagainya.

Konsekuensi lainnya yang disebutkan adalah tauhid asma wa sifat, jadi setelah mentauhidkan Alloh dalam rububiyyah-Nya maka hendaklah seseorang mentauhidkan Alloh dalam nama dan sifat-sifat Nya. Sebagi contoh saja Alloh mempunyai nama al-‘Aliem artinya Maha Mengetahui maka harus kita tetapkan Alloh mempunyai nama al-‘Aliem dan menetapkan Alloh mempunyai sifat mengetahui segala sesuatu baik yang telah lampau sekarang dan yang akan datang, Alloh Maha Mengetahui segala peristiwa yang terjadi di bumi maupun di langit, Maha Mengetahui yang tersurat maupun yang tersirat, Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Diantara firman Alloh yang menjelaskan bahwa Alloh maha Mengetahui adalah:

“Dan pada sisi Alloh-lah kunci-kunci segala yang ghoib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidaklah jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”. ( QS. Al-An’am : 59).

Syaikh Nashir as-Sa’dy rohimahulloh berkata dalam tafsirnya:

“dan tiada sehelai daun pun yang gugur” dari tanaman/pepohonan yang ada di daratan maupun lautan, yang ada di tempat yang subur (negeri) maupun di gurun, yang ada di dunia maupun di akhirat melinkan Alloh mengetahuinya.

“dan tidaklah jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi” dari biji buah-buahan dan tanaman , biji yang ditaburkan makhluknya maupun yang tumbuh sendiri di daratan. Ayat ini menunjukkan atas ilmu Alloh yang meliputi segala sesuatu dan menunjukkan tentang kitab Alloh (Lauhul Mahfuzh) yang mencakup seluruh peristiwa dan kejadian.” Lihat kitab Taisir Karimir Rohman fi Tafsiri Kalamil Mannan hal.288-289.

Maka tidak boleh mengingkari nama dan sifat mengetahui Alloh, meskipun Alloh berada di atas ars-Nya, di atas langit ke tujuh, tetapi Alloh tetap mengetahui segala sesuatu yang ada dan terjadi di langit dan bumi. Namun ternyata ada orang yang mengingkari sifat Alloh atau menetapkan sifat Alloh dengan keliru, mengatakan Alloh berada dimana-mana, ataupun wihdatul wujud (manunggaling kawulo gusti), Alloh berada dalam hati dan atau mengingkari Alloh bersemayam dalam arsy. Padahal Alloh sendiri yang telah menetapkan sifat bagi diri-Nya yaitu bersemayam di atas arsy dalam ayat-ayat al-Qur’an dan keterangan dari Rosululloh dalam hadits-hadits beliau. Alloh berfirman:

“Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari; kemudian Dia bersemayam di atas ‘arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar dari bumi, dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke langit. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Alloh Maha Melihat apa yang kalian kerjakan”. (QS. al-Hadid : 4)

Meskipun Alloh bersemayam di atas Arsy tetapi Dia mengetahui apa yang masuk ke bumi berupa biji, hewan, air hujan dan selain itu. Alloh mengetahui apa yang keluar dari bumi berupa tanaman, pohon, hewan dan selain itu. Alloh mengetahui apa yang turun dari langit berupa malaikat-malaikat, takdir-takdir dan rizqi-rizqi. Alloh mengetahui apa yang menuju ke langit berupa malaikat-malaikat, ruh-ruh, doa-doa, amal-amal dan selainnya. Lihat Taisir Karimir Rohman fi Tafsiri Kalamil Mannan hal.987-988.

Kesimpulannya sesungguhnya orang-orang yang mampu memikirkan tanda-tanda kekuasaan akan membawanya kepada keimanan yang mantap, sehingga mentauhidkan Alloh dalam rububiyyah-Nya yang berkonsekuensi kepada tauhid uluhiyyah dan asma wa sifat. Maka ayat tersebut ditutup dengan firman-Nya

“Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Alloh) bagi orang-orang yang beriman”

jadi yang mampu mengambil pelajaran dari tanda-tanda kekuasaan Alloh hanyalah orang-orang mukmin dengan mentauhidkan Alloh dalam rububiyyah, uluhiyyah dan asma wa sifat. Dan tidaklah maksudnya mengharuskan mempelajari dan melakukan penelitian tentang tanda-tanda kekuasaan Alloh tersebut karena yang utama adalah pengambilan pelajaran dari tanda-tanda tersebut.

Tidaklah para sahabat dan umat islam pada zaman terdahulu mempunyai ilmu pengetahuan yang lebih banyak tentang tanda-tanda kekuasaan Alloh dari orang-orang zaman sekarang bahkan mungkin ketinggalan dengan ilmu pengetahuan modern yang telah sampai pada kemajuan yang detail dan kompleks sebagaimana zaman sekarang namun mereka dapat mengambil pelajaran.

Sebaliknya kebanyakan para ilmuwan adalah orang kafir meskipun mereka mempelajari tanda-tanda kekuasaan Alloh tetapi mereka tidak mampu mengambil pelajaran, meskipun ada beberapa orang yang dengan ilmunya itu membawa mereka kedalam hidayah islam. Dan tidaklah cukup dengan memperhatikan tanda-tanda kebesaran Alloh hanya sampai kepada keyakinan kepada Alloh sebagai pencipta, penguasa segala sesuatu maupun pengatur segala semua urusan sebagaimana yang difahami oleh sebagian orang. Kalau sekedar mengetahui Alloh sebagai satu-satunya pencipta, penguasa segala sesuatu dan pengatur segala urusan maka sungguh ini telah diyakini oleh orang-orang musyrik dan kafir pada zaman Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, dan merupakan fitrah manusia. Tapi yang diminta dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran Alloh adalah pengesaan kepada rububiyyah Alloh yang membawa kepada pengesaan Alloh dalam uluhiyyah dan asma wa sifat. Dan berapakah orang yang sudah sampai pada pemahaman seperti ini? . Benarlah perkataan penyair

Alangkah banyaknya ibrah (pelajaran)

namun alangkah sedikit orang yang mampu mengambil ibrah tersebut

Muroji’:

Tafsir ath-Thobary. : http://www.sahab.net

Taisir Karimir Rohman Fi Tafsir Kalamil Manan. 200M / 1420 H. Abdur Rohman as-Sa’dy. Maktabah an-Nubala’

About these ads
14 Komentar leave one →
  1. fauzi lamboka permalink
    23 Juni 2007 12:24 pm

    masih banyak tanda2 kekuasaan allah swt dalam pertanian dan itu harus selalu kita ingat dan perhatikan sesungguhnya allah swt sangat berkuasa atas alam dan isinya. saya selaku mahasiswa pertanian sangat yakin akan tanda2kekuasaan allah swt itu.
    -

  2. Subejo permalink
    5 Agustus 2007 8:01 am

    Di ayat berapa dan surat apakah Allah SWT pernah berfirman tentang pertanian, tumbuhan, dan tanaman selain ayat yang sudah disebutkan di atas ?

    “Assalamu’alaikum
    Silahkan anda baca firman Alloh surat AlBaqoroh 267. Al-Waqiah 63 – 67
    Juga anda bisa baca artikel-artikel saya yang lain mengenai pertanian
    Dalam hadits-hsdits rosululloh juga banyak…
    Barokallohu fiika..”

  3. abu faza permalink
    17 September 2007 2:16 pm

    Alhamdulillah ada Spesial dalam pertanian islam..!

  4. 30 April 2008 1:24 pm

    asslmkm……. saya hanya minta ijin insya allah saya akan bacakan di radio artikel – artikel tentang pertanian ini…..

    wa’alaikumussalam..
    Tafadhdhol..

  5. bandang permalink
    17 Juni 2008 8:52 pm

    assalamualaikum
    maaf,tolong ana pengin tahu alamat e-mail antum biar lebih dekat lagi.

  6. ibnu mansur permalink
    26 Maret 2009 3:41 am

    bagus utk nambah keimanan.sayang,warna tampilannya jadi menyulitkan untuk dibaca.jazakumullah

  7. ajikinai permalink
    8 Oktober 2009 10:30 pm

    terima kasih infonya…salam kenal.

  8. baim permalink
    17 November 2009 8:44 pm

    terima kasih banget atas infonya ini sangat bermanfaat bagi kami terutama kami jurusan pertanian jadi kami bisa lebih menghargai lagi terhadap tanaman

    • abuabdilbarr permalink*
      25 November 2009 8:30 pm

      Waiyyakum..wa barokallohu fikum

  9. syaifullah... permalink
    19 April 2010 8:10 pm

    pertanian adalah salah satu usaha yang di ridhoi oleh allah…untuk kaum muslimin…

  10. hikayunda permalink
    13 Februari 2011 11:14 pm

    Menurutku pelajaran dimaksud meliputi sisi vertikal (tahapan kualitas pengakuan diri kepada ke-Maha Kuasaan Allah SWT) dan sisi horisontal yang buahnya adalah wujud sikap perilaku kita pada manusia dan alam sekitarnya (termasuk pertanian).
    Khusus bagi kita yang cinta dan menggeluti pertanian tentu tidak cukup direnungkan maupun dipikirkan. Apa yang tersembunyi di balik AIR HUJAN yang turun dari LANGIT? Yang melaluinya hingga MENUMBUHKAN, MENGHIJAUKAN/MENYUBURKAN, MENGELUARKAN BIJI-BIJI YANG BANYAK/BERPRODUKSI TINGGI dari berbagai tumbuh-tumbuhan? Apa yang terjadi selama vase generatif hingga kematangan biji?
    Pada tingkat mana kita dapat memahami atau mengambil pelajaran pada sisi vertikal adalah buah dari proses perjalanan panjang spiritual dari waktu ke waktu yang mungkin tidak dapat dibicarakan karena tidak dapat dibahasakan hanya kita sendiri dan Allah SWT yang tahu. Ikhlas …, jujur …, hanya untuk ALLah …, hanya ada Allah. (entah apa semua ini istilahnya dalam bahasa yang selama ini sangat banyak dan berbeda-beda, atau sebaiknya tidak kita istilahkan saja supaya kita tidak merasa lebih mengerti dari orang lain).
    Al-Qur’an adalah petunjuk yang sangat luar biasa/mukjizat, yang pengambilan pelajaran pada sisi horisontalnya diperuntukkan bagi siapa saja yang mau menggalinya. Apakah non-muslim dilarang mempelajarinya hingga mereka menerapkan dalam kehidupan sehari-hari? Al-Qur’an telah menjelaskan bagaimana proses terbentuknya hingga bentuk janin di dalam rahim, sementara dunia kedokteran modern baru abad 20 mengetahuinya ….. Al-Qur’an MEMANG BUKAN BUKU SAINS tapi memberi petunjuk ILMU PENGETAHUAN APAPUN yang tiada tolak bandingnya. Mengapa tidak detail? Itulah kecintaan Allah SWT pada kita, supaya pintar dan terus-menerus berjuang mempelajarinya (bersabar), selanjutnya diterapkan dalam pencapaian RAHMATAN LIL ALAMIN.
    Kita, orang-orang yang cinta dunia pertanian. Pada kesempatan ini telah diingatkan sebuah PR dari Al-Qur’an tentang AIR HUJAN yang TURUN DARI LANGIT, yang MENUMBUH-SUBURKAN TUMBUHAN HINGGA MEMBUAHKAN DENGAN LEBATNYA………..
    Apakah kita menunggu saja kemudian kita dapat memetik hasilnya?…..
    SELAMAT BERJUANG menjadi KHALIFAH DI BUMI !!!!

  11. alex munandar permalink
    7 Desember 2011 5:29 am

    subhanallah..
    luar biasa..
    terus lah berkarya akhi..
    salam hangat dari saudara mu

  12. ana permalink
    13 Maret 2012 8:16 am

    jazakillah akhi.. :)

  13. Susanto Prawirodigdo permalink
    11 April 2012 9:14 am

    S. Prawirodigdo
    Subhanallah, saya semakin yakin bahwa Alqur’an memuat semua kata kunci ilmu pengetahuan tentang jagad raya seisinya, namun kita hanya dapat memperoleh sebagian kecil ilmu Allah itu sesuai spesialis yang kita tekuni

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: