Lanjut ke konten

03. ZAKAT PERTANIAN

22 Juni 2007

Zakat merupakan kewajiban bagi seorang muslim yang mempunyai harta dan memenuhi nishob. Diantara hikmah membayar zakat adalah membersihkan jiwa manusia dari kikir, keburukan dan kerakusan terhadap harta, juga membantu kaum muslimin yang berada dalam keadaan kekurangan.

Rukun islam yang ketiga ini mencakup di dalamnya hasil pertanian sebagai harta kaum muslimin yang wajib dikeluarkan zakatnya. Untuk itu, perlu dibahas pembahasan tentang zakat pertanian ini agar tidak terjadi kesalahfahaman tentang masalah ini.

Dalil-dalil Adanya Zakat Pertanian:

Firman Alloh subhanahu wa ta’ala :

“Hai orang-orang yang beriman nafkahkanlah (di jalan Alloh) sebagian dari hasil usaha kalian yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kalian.” (QS Al-Baqarah : 267).

Juga firman Alloh subhanahu wa ta’ala :

“Dan tunaikanlah haknya pada hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya).” (QS Al-An’am : 141).

Tanaman Dan Buah Yang Wajib Dikeluarkan Zakatnya:

Banyak orang yang memahami bahwa zakat pada pertanian adalah pada semua jenis hasil pertanian. Padahal, sebenarnya yang wajib untuk dikeluarkan zakatnya hanyalah tanaman yang bisa disimpan dan dapat dimakan.

Berkata Syaikh Abdul ‘Adhim Al Badawi[1] : “Tidaklah diambil zakat kecuali dari tanaman dan buah yang termasuk dari empat macam berikut ini, yang dijelaskan oleh hadits berikut ini. Dari Abu Bardah, dari Abu Musa dan Mu’adz:

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ بَعَثَهُمَا إِلَى الْيَمَنِ يُعَلِّمَانِ النَّاسَ أَمْرَ دِيْنِهِمْ, فَأَمَرَهُمْ أَنْ لاَ يَأْخُذُوْا الصَّدَقَةَ إِلاَّ مِنْ هَذِهِ الأَرْبَعَةِ: الْحِنْطَةُ وَ الشَّعِيْرُ وَ التَّمَرُ وَ الزَّبِيْبُ

“Bahwasanya Rosululloh mengutus keduanya ke Yaman untuk mengajarkan kepada manusia tentang perkara agama mereka, kemudian perintahkanlah mereka supaya tidak mengambil sedekah (zakat), melainkan dari empat: gandum, sya’ir (sejenis gandum), kurma dan kismis.”[2]

Kemudian para ulama mengkiyaskan dari empat jenis tanaman tersebut kepada tanaman-tanaman lainnya dengan kriteria tanaman yang wajib ditunaikan zakatnya adalah tanaman yang dapat di konsumsi dan dapat disimpan. Termasuk biji-bijian adalah gandum, kacang tanah, padi, jagung, kedelai dan apa saja yang bisa disimpan dan dimakan. Sedangkan termasuk buah-buahan adalah kurma, zaitun dan anggur kering.

Hasil pertanian yang tidak diberikan zakat adalah buah-buahan secara umum dan juga sayur mayur, tidak bisa tahan lama ketika disimpan dan mudah rusak. Sedangkan dalam hadits hanya menerangkan bahwa yang wajib ditunaikan zakatnya hanya empat hal yaitu gandum, sya’ir, kurma dan kismis padahal disana di arab tanaman yang dibudidayakan bukan hanya empat htanaman itu saja. Kalau sekiranya tanaman lainnya wajib ditunaikan zakatnya maka akan dijelaskan dan tidak mengkhususkan pada tanaman tersebut.

Berkata Ibnul Qayyim: “Tidak ada dari petunjuk Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam mengambil zakat dari budak, tidak juga dari bighal[3], keledai, sayur mayur dan semangka, tidak juga dari makanan pokok dan buah-buahan yang tidak bisa ditakar dan dapat disimpan kecuali anggur dan ruthab maka sesungguhnya diambil dari keseluruhannya tanpa dibedakan antara yang kering dan yang belum kering.”[4]

Berkata Syaikh Abu Bakar Al Jazairi[5] : “Hanya saja disunnahkan seseorang memberikan sebagian buah-buahan dan sayur mayur kepada orang-orang miskin dan para tetangga. Karena Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman nafkahkanlah (di jalan Alloh) sebagian dari hasil usaha kalian yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kalian.” (QS Al-Baqarah : 267).

Nishob Tanaman dan Buah-buahan yang wajib dikeluarkan Zakatnya:

Syarat wajibnya zakat untuk tanaman dan buah-buahan adalah sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini, dari Abu Sa’id Al-Khudri rodhiyallohu ‘anhu dia berkata, telah bersabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam:

لَيْسَ فِيْمَا دُوْنَ خَمْسَةِ أَوْسُقٍ صَدَقَةٌ

“Tidak ada zakat pada kurma dan biji-bijian yang kurang dari lima wasaq.”

Ukuran wasaq adalah berupa takaran sebanyak enam puluh sha’, satu sha’ sama dengan empat mud. Satu mud adalah ukuran berupa takaran dua tangan orang yang berukuran sedang yaitu takaran sepenuh dua telapak tangan. Sehingga total volume tanaman yang wajib dizakati adalah nishob sebanyak 1200 mud. Syarat pada buah-buahan dan biji-bijian itu adalah hendaknya yang sudah menguning atau memerah dan biji-bijian bisa dilepas dari kulitnya.

Sehingga hasil panen yang belum mencapai nishobnya, maka tidak ada kewajiban zakat bagi hasil pertanian tersebut. Dan nishob zakat menggunakan takaran (volume) bukan timbangan (berat) sehingga semakin besar masa jenisnya maka semakin berat hasil pertanian yang diperlukan untuk mencapai nishob.

Syaikh Ibnu Al-Utsaimin rohimahulloh dalam kitabnya Mandhumah ushul fiqhi wa qowaidihi hal 337 menyebutkan bahwa 5 wasaq sama dengan 300 sho’ nabi shollallohu alaihi wa sallam dan itu sama dengan 231 sho’ sekarang. Satu sho’ nabi sama dengan 2.040 gram beras.

Besarnya Zakat Yang Wajib Dikeluarkan:

Besarnya zakat pertanian tergantung pengairannya, jika diari tanpa alat misalnya dengan hujan atau diari dengan mengalirkan air dari mata air ataupun dialiri dari air sungai tanpa memerlukan biaya adalah sepersepuluh dari hasil panen (10 %) yang telah mencapai nishob. Jadi zakat buah-buahan dan biji-bijian itu adalah setengah wasaq. Dan apabila buah-buahan atau biji-bijian itu diari dengan menggunakan alat seperti timba ataupun memerlukan biaya maka zakatnya adalah seperduapuluh dari hasil panen (5%) yang telah mencapai nishob atau untuk 5 wasaq berarti seperempat wasaq.

Dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan dari Jabir rodhiyallohu ‘anhu dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فِيْمَا سَقَتِ اْلأَنْهَارُ و الْغَيْمِ العُشُوْرُ, وَ فِيْمَا سَقَى بِالسَّانيةِ نِصْفُ الْعُشُوْرِ

“Pada yang diari dari sungai dan mendung (hujan) adalah sepersepuluh dan pada yang diari dengan alat adalah seperduapuluh.[6]

Dan dari Ibnu Umar rodhiyallohu ‘anhuma bahwasanya Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

فِيْمَا سَقَتِ السَّمَاءُ وَ الْعُيُوْنُ أَوْ كَانَ عَثَريًّا العُشْرُ, وَ فِيْمَا سَقَى بِالنضحِ نِصْفُ الْعُشْرِ

“Pada yang diairi langit, mata air atau yang minum dari akar-akarnya adalah sepersepuluh, dan pada yang diairi dengan tenaga manusia ialah seperduapuluh.”[7]

Waktu penunaian zakat.

Penunaian zakat pertanian dilakukan pada saat memanennya. Pada saat hasil panennya terkumpul hendaklah dihitung apabila telah mencapai nishob maka zakat menjadi wajib untuk ditunaikan. Dan apabila belum mencapai nishob maka tidak ada zakat bagi hasil panen tersebut. Penunaian zakat tidak usah menunggu waktu satu tahun (haul) karena apa yang keluar dari bumi termasuk pengecualian dan tidak diperlukan haul.

Syaikh Jamil Zainu mengatakan: “Syarat wajib zakat (di antaranya) sudah satu tahun. Yaitu harta yang sudah mencapai nishob itu sudah dimiliki selama satu tahun, kecuali hasil bumi. Adapun zakat hasil bumi ialah setiap musim panen.”[8]

Syaikh Abdul Azhim Al Badawi menjelaskan: “Zakat wajib bagi setiap muslim yang merdeka (bukan budak), yang memiliki harta mencapai nishob, dan jika sudah berjalan haulnya selama satu tahun dari harta yang dimiliki tersebut, kecuali tanaman (hasil pertanian) maka sesungguhnya zakatnya wajib ditunaikan pada saat memanennya jika mencapai nishob, firman Alloh subhanahu wa ta’ala:

“Dan tunaikanlah haknya pada hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya).” (QS Al-An’am : 141).[9]

Ibnul Qayyim menjelaskan hikmah disyariatkan zakat hanya sekali dalam satu tahun, dan zakat tanaman saat pada saat memanennya saja dengan mengatakan: “Sesungguh (Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam) mewajibkan zakat sekali setiap tahun, dan menjadikan haul tanaman dan buah-buahan ketika sempurnanya dan masak/tuanya. Ini lebih adil keadaanya, jika kewajibannya setiap bulan atau setiap hari jum’at maka akan memudharatkan pemilik-pemilik harta.”[10]

Syaikh Abdul Muhsin Al ‘Abbad menambahkan: “Alloh subhanahu wa ta’ala mewajibkan zakat pada harta-harta orang-orang kaya (orang yang memenuhi nishob) dari segi bermanfaatnya zakat tersebut bagi fakir miskin, dan tidak memudharatkan orang kaya, karena hanya sebagian harta yang mudah (sedikit) dari harta yang banyak yang telah Alloh subhanahu wa ta’ala karuniakan kepada orang-orang yang kaya. Alloh subhanahu wa ta’ala mewajibkan kadar yang sedikit itu, yang tidak berpengaruh bagi orang kaya mengeluarkannya namun itu bermanfaat bagi fakir miskin yang yang tidak mempunyai sedikitpun harta dan tidak pula menghasilkannya.”[11]

Berkata Syaikh Abdullah Al Bassam: “Dan untuk kewajiban zakat syaratnya adalah, beragama islam, tidak wajib zakat atas orang kafir, sesungguhnya (orang muslim) akan ditanya tentang zakat, dan akan diadzab bagi orang yang meninggalkannya. Kedua, syaratnya adalah mencapai nishob. Syarat ketiga adalah berlangsung selama satu tahun (haul), kecuali dari apa yang keluar dari bumi (tanaman), haulnya adalah pada waktu memanennya.”[12]

Catatan tambahan.

Syaikh Abu Bakar Al-Jazairi menambahkan[13]:

1. Barangsiapa yang mengairi tanamannya sekali dengan alat dan sekali tidak dengan alat maka besar zakatnya ialah tigaperempat dari sepersepuluh. Itulah yang dikatakan oleh para ulama. Ibnu Qudamah berkata: “Saya tidak mengetahui perpedaan pendapat di dalamnya.

2. Semua jenis kurma digabung menjadi satu. Jika mencapai nishob maka dizakati dari kurma yang kualitasnya pertengahan.

3. Semua jenis kacang digabung menjadi satu dan jika mencapai nishob maka dizakati.

4. Jenis-jenis anggur digabung menjadi satu, apabila mencapai nishob maka harus dizakati. Jika dijual sebelum menjadi anggur kering maka zakatnya dikeluarkan dari hasil penjualannya, yaitu sepersepuluh atau seperduapuluhnya sesuai dengan jenis pengairannya.

5. Padi dan jagung adalah jenis tersendiri. Jadi tidak digabungkan satu sama lain. Jika masing-masing dari kedua jenis tersebut tidak mencapai nishob maka tidak terkena kewajiban zakat.

6. Barangsiapa menyewa lahan tanah, menanaminya dan hasilnya mencapai nishob , maka penyewa itu wajib menzakatinya.

7. Barangsiapa memiliki buah-buahan atau biji-bijian yang telah masak dari sumber manapun baik hibah atau beli ataupun warisan, ia tidak wajib menzakatinya karena kewajiban zakat harus dibayar pemberi hibah atau penjualnya, jika ia memilikinya sebelum masak maka ia wajib menzakatinya.

8. Barangsiapa yang mempunyai hutang yang menghabiskan seluruh hartanya atau mengurangi nishobnya. Maka ia tidak terkena zakat.


[1] Al Wajiz hal.213.

[2] Ash Shahihah no.879, Hakim (1/401), dan Baihaqi (4/105)

[3] Bighal adalah peranakan antara kuda dan keledai.

[4] Zadul Ma’ad jilid 2 hal.11.

[5] Ensiklopedi Muslim hal. 399

[6] HR. Imam Muslim (2/675/981), Abu Dawud (4/486/1582), An Nasai (5/42).

[7] HR. Imam Bukhari (3/347/1483), Abu Dawud (4/485/1581), Tirmidzi (2/76/635), An Nasai (5/41) dan Ibnu Majah (1/581/1817).

[8] Koreksi Pemahaman Rukun Islam & Iman, hal. 106.

[9] Al Wajiz, hal.212.

[10] Zadul Ma’ad jilid 2 hal. 5.

[11] Atsarul ‘Ibadat fi Hayatil Muslim, hal. 22.

[12] Taisirul ‘Alam, jilid 2 hal. 383.

[13] Ensiklopedi Muslim hal. 406.

About these ads
25 Komentar leave one →
  1. Maridun permalink
    5 Agustus 2009 1:49 am

    Apakah tanaman yang ditanam dua kali setahun(Kalender) dikerluarkan Zakatnya setiap panen atau nunggu dua kali panen, sekali panen tak mencukupi NISAF tapi dua kali panen memenuhi NISAF apa kah hal ini Diwajibkan ZAKAT ? mohon tanggapan dari para ulama yang dirahmati ALLAH . mohon langsung ke sulampi@yahoo.co.id

    • ABU ABDILBARR permalink*
      13 Juli 2010 5:50 pm

      Waktu zakat hasil pertanian pada saat panennya. Ketika panen tidak mencapai nishob maka tidak ada zakatnya meskipun jika panen dua kali (setahun) kemudian mencapai nishob maka tetap tidak wajib baginya zakat. Wallohu a’lam bi showab..

  2. 19 Juli 2010 1:03 pm

    Assalamualaikum wr wb
    saya orang awam mengenai ilmu agama. Jika saya punya 1 ton jagung siap dipipil ditanam tampa pengairan berapa kg zakat yang harus saya keluarkan, mohon penjelasannya.

    • ABU ABDILBARR permalink*
      21 Juli 2010 7:43 pm

      Buat mas Dasman
      Wa’alaikumussalam warohmatullohi wa barokatuh
      Kalau mencapai 1 ton panen jagungnya dalam satu musim dengan tanpa pengairan maka zakatnya adalah 10% dari 1 ton yaitu 1 kwintal (100kg)
      Wallohu ‘alam

  3. 19 Juli 2010 1:11 pm

    berapa nisab dan berapa persen zakat jagung dan apakah semua biaya pengolahan di potong dulu

    • ABU ABDILBARR permalink*
      21 Juli 2010 7:53 pm

      Nishob tanaman jagung adalah 5 wasaq = 300 sho’ nabi =231 sho’ sekarang. Kalau untuk beras satu sho’ nabi sama dengan 2.500 gram itu yang biasa ditunaikan saat zakat fitrah
      Besarnya zakat kalau tanpa pengairan adalah 10% kalau dengan pengairan 5% dari hasil panen tanpa dipotong biaya pengolahan
      Wallohu a’lam bishowab

  4. Abu Fauzan permalink
    20 Juli 2010 8:28 am

    Assalamualaikum akhi,
    Ana saat ini sedang budidaya jamur:
    1. Jamur Tiram (bisa dimakan) dengan panen setiap hari rata2 80-90
    Kg/hari. Jamur ini bisa disimpan hanya dilemari es namun jika
    dibiarkan hanya bertahan 7 jam.
    Pertanyaannya, bagaimana caranya ana mengeluarkan zakatnya?
    2. Jamur Lingzhi (tidak bisa dimakan namun diolah kembali untuk obat)
    dengan panen setiap 1.5-2 bulan sekali rata2 1-3 ton. Jamur ini bisa
    bertahan lama.
    Pertanyaannya sama dengan No 1 diatas
    Atas penerahannya ana ucapkan banyak terimakasih. Barokallahu fik wa ahlik

    • ABU ABDILBARR permalink*
      21 Juli 2010 8:00 pm

      Wassalamu’alaikum warohmatullohi wa barokatuh
      Kalau setahu saya jamur termasuk sayuran maka tidak ada zakat untuk sayuran.
      Wallohu a’lam bi showab

  5. rohman permalink
    31 Januari 2011 12:33 am

    assalamualaikum wr wb
    saya seorang petani kebun karet..dalam satu bulan bisa menghasilkan kira2 3 kwintal getah karet….
    pertanyaan saya…
    1- apakah tanaman karet ada zakatnya…..?
    2- misalkan ada hitungannya pertahun apa setiap sekali menjual hasil karet…? makasih wassalamualakium wr wb

    • ABU ABDILBARR permalink*
      17 Februari 2011 2:14 pm

      wa’alaikumussalam
      jawaban saya:
      1. tanaman karet tidak ada zakatnya menurut pendapat yang lebih kuat..
      2. Apabila karet yang dijual uang nya mencapai nilai nominal harga emas 85 gram atau lebih,dan disimpan sampai satu tahun maka ada zakatnya 2,5%
      wallohu a’lam

  6. suhariyanto permalink
    12 April 2011 7:03 am

    assalamualaikum wr wb saya petani mempunyai lahan kira2 400m2 pertanyaan saya setiap panen padi tidak pernah di panen sendiri melainkan lnsung di jual di lahan dengan perhitungan perkiraan hasil.bagaimana saya bayar zakatnya misal padi padi itu laku 5jt.

    • ABU ABDILBARR permalink*
      1 Agustus 2011 2:03 pm

      Wa’alaikumussalam Warahmatullahi wabarakatuh
      Zakat padi bukan tergntung dari luas lahan atau nilai uang panen tapi dari hasil panennya sudah mencapai nishob atau belum.
      lebih baik tanya kepada pembeli padi anda dapat berapa kg hasil panen anda..
      Barokallohu fikum wallahu a’lam

  7. 8 Mei 2011 10:48 am

    Artikel yang bagus dan memberi pencerahan dan manfaat yang besar bagiku mengenai zakat pertanian.

  8. 8 Juli 2011 5:11 pm

    Assalamualaikum. wr. wb.
    Saya mau nanya ustadz,

    Saya menyewa lahan pertanian untuk 2 tahun (dibayar di awal). Saya tanami tebu. Tanaman tebu ini kan sekali beli benih, bisa 2 sampai 3 kali panen. panen setiap setahun sekali. Jadi beli benih hanya di tahun pertama saja. Karena 2 hal itu maka biaya yg dikeluatkan untuk tahun pertama cukup besar. Sedangkan di tahun kedua biaya nya jauh lebih kecil.

    yang ingin sy tanyakan:
    1. Apakah tebu termasuk tanaman yg wajib dibayar zakat nya?
    2. Kalo ya, apakah perhitungan nishob nya dari hasil panen setelah dikurangi biaya2 yg dikeluarkan? atau langsung dari total hasil panen, tanpa memperhitungkan biaya yg dikeluarkan?

    Mohon penjelasannya,
    Terima kasih sebelumnya….

    Wassalamualaikum….

    • ABU ABDILBARR permalink*
      1 Agustus 2011 1:57 pm

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
      Barakallahu fik
      1. Tebu apakah bisa disimpan sebagaimana kurma dan anggur? kalau iya maka berlaku zakat untuk tanaman tebu,tapi apabila tidak tahan lama sebagaimana sayuran maka tidak ada zakatnya.
      2. Nishob dihitung langsung dari total hasil panen.
      Wallahu ‘alam

  9. ishom permalink
    4 Agustus 2011 9:42 am

    Nisob zakat peternakan ayam berapa dan gimana cara menghitungnya

    • ABU ABDILBARR permalink*
      14 September 2011 3:45 pm

      Ayam tidak ada zakatnya, karena tidak bisa dikiyaskan dengan kambing,sapi ataupun unta..
      Bila anda mempunyai ayam yang banyak maka alangkah baiknya bersedekah saja

  10. Ivan permalink
    20 Agustus 2011 9:00 pm

    Saya mau tanya apa hasil panen buah nanas wajib di zakati?Brp nishobnya?Rumus hitung nya gmn?

    • ABU ABDILBARR permalink*
      14 September 2011 3:43 pm

      Nanas tidak ada zakatnya karena tidak bisa dikiyaskan dengan kurma atau anggur..
      Alangkah baiknya ketika panen anda bersedekah kepada yang berhak..

  11. farid permalink
    28 Oktober 2011 8:10 pm

    Ass.WW
    Saya mau tanya apakah kelapa sawit dikenakan zakat , misalnya menghasilkan 5 juta perbulan berapa zakatnya ?

    • ABU ABDILBARR permalink*
      1 November 2011 1:27 pm

      waalaikumussalam
      kelapa sawit tidak ada zakatnya
      kecuali kalau sudah berbentuk uang yang sudah tersimpan selama setahun dengan nishab emas maka ada zakatnya..

  12. ulfah nurul azizah permalink
    11 November 2011 7:56 pm

    bismillahirahmanirahimm
    asalamualaikum,,saya mau tanya kalo cara menghitung zakat per kuintal itu gmn?

    • ABU ABDILBARR permalink*
      14 November 2011 4:13 pm

      Sebenarnya perhitungan zakat pertanian berdasarkan ukuran takaran yang mengacu pada volume jadi bukan ukuran timbangan yang mengacu pada berat/massa
      kalau dikonversikan sebenarnya bisa tetapi masing-masing komoditas tentu berbeda beratnya karena perbedaan masa jenis..
      Misalnya beras/tanaman padi kita biasa zakat fitrah itu 2,5 kg itu sebenarnya konversi dari takaran 1 sha’ nabi (karena zakat fitrah nilainya 1 sha’ makanan pokok)
      Jadi kalau zakat tanaman padi/beras adalah nishabnya 300 sha’ nabi x 2,5 kg = ’7500 kg atau 7,5 kwintal..
      Tapi untuk jagung tentunya berbeda bisa lebih atau kurang dari 7,5 kwintal Wallahu ‘alam

  13. Abu umar permalink
    2 Juni 2012 9:23 pm

    Bismillaah, Kalau menanam padi nishabnya 7.5 kw beras atau 7.5 kw padi? terima kasih atas penjelasannya

  14. mufid addawa' permalink
    8 Agustus 2012 6:34 pm

    assalamu ‘alaaikum…
    bgini orang tua saya seorang petani bawang merah, panen musim ini hasilnya 30 jt udah keluar modal, lalu pengairannya dengan irigasi ……
    pertanyaan saya gmna cara ngitung zakatnya ???
    mohon di jawab yah…
    wassalam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 31 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: