<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PERTANIAN DAN ISLAM</title>
	<atom:link href="http://abuabdilbarr.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abuabdilbarr.wordpress.com</link>
	<description>Berkata Imam An-Nawawi rahimahullah: Profesi yang paling baik adalah pekerjaan yang dilakukan dengan tangannya. Sesungguhnya pertanian adalah profesi terbaik karena mencakup (3 hal) merupakan (1) pekerjaan yang dilakukan dengan tangan, (2) dalam pertanian terdapat tawakkal dan (3) Pertanian memberikan manfaat yang umum bagi manusia, binatang dan burung.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 13:54:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='abuabdilbarr.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>PERTANIAN DAN ISLAM</title>
		<link>http://abuabdilbarr.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://abuabdilbarr.wordpress.com/osd.xml" title="PERTANIAN DAN ISLAM" />
	<atom:link rel='hub' href='http://abuabdilbarr.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kisah Inspiratif Untuk Penderita Kanker</title>
		<link>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2012/01/24/kisah-inspiratif-untuk-penderita-kanker/</link>
		<comments>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2012/01/24/kisah-inspiratif-untuk-penderita-kanker/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2012 12:14:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ABU ABDILBARR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[catatan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita kanker]]></category>
		<category><![CDATA[kanker]]></category>
		<category><![CDATA[kisah inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[kisah kanker]]></category>
		<category><![CDATA[kisah penderita kanker]]></category>
		<category><![CDATA[kisah penuh inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman penyakit kanker]]></category>
		<category><![CDATA[penyakit kanker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuabdilbarr.wordpress.com/?p=956</guid>
		<description><![CDATA[Kisah seorang wanita yang bernama &#8216;Abiir yang sedang dilanda penyakit kanker. Ia mengirimkan sebuah surat berisi kisahnya ke acara keluarga mingguan &#8220;Buyuut Muthma&#8217;innah&#8221; (rumah idaman) di Radio Qur&#8217;an Arab Saudi, lalu menuturkan kisahnya yang membuat para pendengar tidak kuasa  menahan air mata mereka. Kisah yang sangat menyedihkan ini dibacakan di salah satu hari dari  sepuluh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuabdilbarr.wordpress.com&amp;blog=1151369&amp;post=956&amp;subd=abuabdilbarr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah seorang wanita yang bernama &#8216;Abiir yang sedang dilanda penyakit kanker. Ia mengirimkan sebuah surat berisi kisahnya ke acara keluarga mingguan &#8220;Buyuut Muthma&#8217;innah&#8221; (rumah idaman) di Radio Qur&#8217;an Arab Saudi, lalu menuturkan kisahnya yang membuat para pendengar tidak kuasa  menahan air mata mereka. Kisah yang sangat menyedihkan ini dibacakan di salah satu hari dari  sepuluh terakhir di bulan Ramadhan lalu (tahun 2011). Berikut ini kisahnya –sebagaimana dituturkan kembali oleh sang pembawa acara DR Adil Alu Abdul Jabbaar- :</p>
<p>Ia adalah seorang wanita yang sangat cantik jelita dan mengagumkan, bahkan mungkin tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kecantikannya merupakan tanda kebesaran Allah. Setiap lelaki yang disekitarnya berangan-angan untuk memperistrikannya atau menjadikannya sebagai menantu putra-putranya. Hal ini jelas dari pembicaraan &#8216;Abiir tatkala bercerita tentang dirinya dalam acara Radio Qur&#8217;an Saudi &#8220;Buyuut Muthma&#8217;innah&#8221;. Ia bertutur tentang dirinya:<span id="more-956"></span><br />
&#8220;Umurku sekarang 28 tahun, seorang wanita yang cantik dan kaya raya, ibu seorang putri yang berumur 9 tahun yang bernama Mayaa&#8217;. Kalian telah berbincang-bincang tentang penyakit kanker, maka izinkanlah aku untuk menceritakan kepada kalian tentang kisahku yang menyedihkan….dan bagaimana kondisiku dalam menghadapi pedihnya kankerku dan sakitnya yang berkepanjangan, dan perjuangan keras dalam menghadapinya. Bahkan sampai-sampai aku menangis akibat keluhan rasa sakit dan kepayahan yang aku rasakan. Aku tidak akan lupa saat-saat dimana aku harus menggunakan obat-obat kimia, terutama tatkala pertama kali aku mengkonsumsinya karena kawatir dengan efek/dampak buruk yang timbul…akan tetapi aku sabar menghadapinya..meskipun hatiku teriris-iris karena gelisah dan rasa takut. Setelah beberapa lama mengkonsumsi obat-obatan kimia tersebut mulailah rambutku berguguran…rambut yang sangat indah yang dikenal oleh orang yang dekat maupun yang jauh dariku. Sungguh…rambutku yang indah tersebut merupakan mahkota yang selalu aku kenakan di atas kepalaku. Akan tetapi penyakit kankerlah yang menggugurkan mahkotaku…helai demi helai berguguran di depan kedua mataku.</p>
<p>Pada suatu malam datanglah Mayaa&#8217; putriku lalu duduk di sampingku. Ia membawa sedikit manisan (kue). Kamipun mulai menyaksikan sebuah acara di salah satu stasiun televisi, lalu iapun mematikan televisi, lalu memandang kepadaku dan berkata, &#8220;Mama…engkau dalam keadaan baik..??&#8221;. Aku menjawab, &#8220;Iya&#8221;. Lalu putriku memegang uraian rambutku…ternyata uraian rambut itupun berguguran di tangan putriku. Iapun mengelus-negelus rambutku ternyata berguguran beberapa helai rambutku di hadapannya. Lalu aku berkata kepada putriku, &#8220;Bagaimana menurutmu dengan kondisiku ini wahai Mayaa&#8217;..?&#8221;, iapun menangis. Lalu iapun mengusap air matanya dengan kedua tangannya, seraya berkata, &#8220;Waha mama…rambutmu yang gugur ini adalah amalan-amalan kebaikan&#8221;, lalu iapun mulai mengumpulkan rambut-rambutku yang berguguran tadi dan meletakkannya di secarik tisu. Akupun menangis melihatnya hingga teriris-iris hatiku karena tangisanku, lalu aku memeluknya di dadaku, dan aku berdoa kepada Allah agar menyembuhkan aku dan memanjangkan umurku demi Mayaa&#8217; putriku ini, dan agar aku tidak meninggal karena penyakitku ini, dan agar Allah menyabarkan aku menahan pedihnya penyakitku ini….</p>
<p>Keeseokan harinya akupun meminta kepada suamiku alat cukur, lalu akupun mencukur seluruh rambutku di kamar mandi tanpa diketahui oleh seorangpun, agar aku tidak lagi sedih melihat rambutku yang selalu berguguran… di ruang tamu…, di dapur…di tempat duduk…di tempat tidur…di mobil…tidak ada tempat yang selamat dari bergugurnya rambutku.</p>
<p>Setelah itu akupun selalu memakai penutup kepala di rumah, akan tetapi Mayaa putriku mengeluhkan akan hal itu lalu melepaskan penutup kepalaku. Iapun terperanjak melihat rambutku yang tercukur habis. Ia berkata, &#8220;Mama..kenapa engkau melakukan ini ?!, apakah engkau lupa bahwa aku telah berdoa kepada Allah agar menyembuhkanmu, dan agar rambutmu tidak berguguran lagi?!. Tidakkah engkau tahu bahwasanya Allah akan mengabulkan doaku…Allah akan menjawab permintaanku…!!, Allah tidak menolak permintaanku…!!. Aku telah berdoa untukmu mama dalam sujudku agar Allah mengembalikan rambutmu lebih indah lagi dari sebelumnya…lebih banyak dan lebih cantik. Mama…sudah sebulan aku tidak membeli sarapan pagi di sekolah dengan uang jajanku, aku selalu menyedekahkan uang jajanku untuk para pembantu yang miskin di sekolah, dan aku meminta kepada mereka untuk mendoakanmu. Mama…tidakkah engkau tahu bahwasanya aku telah meminta kepada sahabatku Manaal agar meminta neneknya yang baik untuk mendoakan kesembuhanmu??. Mamaa…aku cinta kepada Allah…dan Dia akan mengabulkan doaku dan tidak akan menolak permintaanku…dan Dia akan segera menyembuhkanmu&#8221;</p>
<p>Mendengar tuturan putriku akupun tidak kuasa untuk menahan air mataku…begitu yakinnya ia…, begitu kuat dan berani jiwanya…lalu akupun memeluknya sambil menangis…&#8221;.</p>
<p>Putriku lalu duduk bertelekan kedua lututnya menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangannya berdoa agar Allah menyembuhkanku sambil menangis. Ia menoleh kepadaku dan berkata, &#8220;Mama..hari ini adalah hari jum&#8217;at, dan saat ini adalah waktu mustajaab (terkabulnya doa)…aku berdoa untuk kesembuhanmu. Ustadzah Nuuroh hari ini mengabarkan aku tentang waktu mustajab ini.&#8221; Sungguh hatiku teriris-iris melihat sikap putriku kepadaku&#8230; Akupun pergi ke kamarku dan tidur. Aku tidak merasa dan tidak terjaga kecuali saat aku mendengar lantunan ayat kursi dan surat Al-Fatihah yang dibaca oleh putriku dengan suaranya yang merdu dan lembut…aku merasakan ketentaraman…aku merasakan kekuatan…aku merasakan semangat yang lebih banyak. Sudah sering kali aku memintanya untuk membacakan surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas kepadaku jika aku tidak bisa tidur karena rasa sakit yang parah…akupun memanggilnya untuk membacakan al-Qur&#8217;an untukku.</p>
<p>Sebulan kemudian –setelah menggunakan obat-obatan kimia- akupun kembali periksa di rumah sakit. Para dokter mengabarkan kepadaku bahwa saat ini aku sudah tidak membutuhkan lagi obat-obatan kimia tersebut, dan kondisiku telah semakin membaik. Akupun menangis karena saking gembiranya mendengar hal ini. Dan dokter marah kepadaku karena aku telah mencukur rambutku dan ia mengingatkan aku bahwasanya aku harus kuat dan beriman kepada Allah serta yakin bahwasanya kesembuhan ada di tangan Allah.</p>
<p>Lalu aku kembali ke rumah dengan sangat gembira…dengan perasaan sangat penuh pengharapan…putriku Mayaa&#8217; tertawa karena kebahagiaan dan kegembiraanku. Ia berkata kepadaku di mobil, &#8220;Mama…dokter itu tidak ngerti apa-apa, Robku yang mengetahui segala-galanya&#8221;. Aku berkata, &#8220;Maksudmu?&#8221;. Ia berkata, &#8220;Aku mendengar papa berbicara dengan sahabatnya di HP, papa berkata padanya bahwasanya keuntungan toko bulan ini seluruhnya ia berikan kepada yayasan sosial panti asuhan agar Allah menyembuhkan uminya Mayaa&#8221;. Akupun menangis mendengar tuturannya…karena keuntungan toko tidak kurang dari 200 ribu real (sekitar 500 juta rupiah), dan terkadang lebih dari itu.</p>
<p>Sekarang kondisiku –Alhamdulillah- terus membaik, pertama karena karunia Allah, kemudian karena kuatnya Mayaa putriku yang telah membantuku dalam perjuangan melawan penyakit kanker yang sangat buruk ini. Ia telah mengingatkan aku kepada Allah dan bahwasanya kesembuhan di tangan-Nya…sebagaimana aku tidak lupa dengan jasa suamiku yang mulia yang telah bersedekah secara diam-diam tanpa mengabariku yang merupakan sebab berkurangnya rasa sakit yang aku rasakan.</p>
<p>Aku berdoa kepada Allah agar menyegerakan kesembuhanku dan juga bagi setiap lelaki atau wanita yang terkena penyakit kanker. Sungguh kami menghadapi rasa sakit yang pedih yang merusak tubuh kami dan juga jiwa kami…akan tetapi rahmat Allah dan karuniaNya lebih besar dan lebih luas sebelum dan susudahnya&#8221;</p>
<p>(Diterjemahkan oleh Firanda Andirja, semoga Allah menyegerakan kesembuhan bagi ukhti &#8216;Abiir)</p>
<p>Sumber: <a href="http://firanda.com/index.php/artikel/6-sirah/243-kisah-seorang-putri-sholihah-yang-menakjubkan">http://firanda.com/index.php/artikel/6-sirah/243-kisah-seorang-putri-sholihah-yang-menakjubkan</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuabdilbarr.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuabdilbarr.wordpress.com/956/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuabdilbarr.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuabdilbarr.wordpress.com/956/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuabdilbarr.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuabdilbarr.wordpress.com/956/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuabdilbarr.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuabdilbarr.wordpress.com/956/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuabdilbarr.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuabdilbarr.wordpress.com/956/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuabdilbarr.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuabdilbarr.wordpress.com/956/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuabdilbarr.wordpress.com/956/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuabdilbarr.wordpress.com/956/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuabdilbarr.wordpress.com&amp;blog=1151369&amp;post=956&amp;subd=abuabdilbarr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2012/01/24/kisah-inspiratif-untuk-penderita-kanker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c7427bda1ac8039d4ead088064f10da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuabdilbarr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JUAL BENIH SAYURAN</title>
		<link>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2012/01/11/jual-benih-sayuran-3/</link>
		<comments>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2012/01/11/jual-benih-sayuran-3/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 13:54:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ABU ABDILBARR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Petani Rumahan]]></category>
		<category><![CDATA[benih bayam]]></category>
		<category><![CDATA[benih bayam merah]]></category>
		<category><![CDATA[benih cabe keriting]]></category>
		<category><![CDATA[benih cabe rawit]]></category>
		<category><![CDATA[benih kangkung]]></category>
		<category><![CDATA[benih pakcoy]]></category>
		<category><![CDATA[jual benih]]></category>
		<category><![CDATA[jual benih bayam]]></category>
		<category><![CDATA[jual benih bayam merah]]></category>
		<category><![CDATA[jual benih cabe]]></category>
		<category><![CDATA[jual benih cabe keriting]]></category>
		<category><![CDATA[jual benih cabe rawit]]></category>
		<category><![CDATA[jual benih caisim]]></category>
		<category><![CDATA[jual benih jagung]]></category>
		<category><![CDATA[jual benih kacang panjang]]></category>
		<category><![CDATA[jual benih kangkung]]></category>
		<category><![CDATA[jual benih sawi]]></category>
		<category><![CDATA[jual benih sayuran]]></category>
		<category><![CDATA[jual benih sayuran eceran]]></category>
		<category><![CDATA[jual benih selada]]></category>
		<category><![CDATA[jual benih terong]]></category>
		<category><![CDATA[jual benih timun]]></category>
		<category><![CDATA[jual benih tomat]]></category>
		<category><![CDATA[petani rumahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuabdilbarr.wordpress.com/?p=945</guid>
		<description><![CDATA[Ditawarkan benih sayuran yang bisa anda tanam di lahan pertanian maupun halaman rumah anda. Ada 2 macam benih sayuran yang saya tawarkan: 1. Bagi anda yang mempunyai lahan pertanian, anda bisa membeli benih dengan kemasan utuh sebagaimana benih yang diproduksi dari perusahaannya. 2. Bagi anda yang hobi bercocok tanam di halaman rumah semisal pot, di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuabdilbarr.wordpress.com&amp;blog=1151369&amp;post=945&amp;subd=abuabdilbarr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ditawarkan benih sayuran yang bisa anda tanam di lahan pertanian maupun halaman rumah anda.</p>
<p>Ada 2 macam benih sayuran yang saya tawarkan:</p>
<p>1. Bagi anda yang mempunyai lahan pertanian, anda bisa membeli benih dengan kemasan utuh sebagaimana benih yang diproduksi dari perusahaannya.</p>
<p>2. Bagi anda yang hobi bercocok tanam di halaman rumah semisal pot, di pagar, atau teras rumah maka anda bisa membeli benih yang eceran seharga Rp.1000,- per bungkus.</p>
<p>Benih yang tersedia adalah:</p>
<p>1. KANGKUNG,</p>
<p>2. CAISIM,</p>
<p>3. BAYAM BIASA DAN BAYAM MERAH,</p>
<p>4. SAWI PAKCHOY,</p>
<p>5. SELADA LETTUCE</p>
<p>6. CABE RAWIT HIJAU,</p>
<p>7. CABE RAWIT PUTIH,</p>
<p>8. CABE KERITING/CABE MERAH,</p>
<p>9. TOMAT,</p>
<p>10. TERONG UNGU,</p>
<p>11. TIMUN,</p>
<p>12. KACANG PANJANG,</p>
<p>13. JAGUNG MANIS</p>
<p>14. SEMANGKA</p>
<p>Untuk lebih jelasnya  bisa dikunjungi blog saya <a href="http://petanirumahan.wordpress.com/2011/12/13/jual-benih-sayuran/">http://petanirumahan.wordpress.com/2011/12/13/jual-benih-sayuran/</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuabdilbarr.wordpress.com/945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuabdilbarr.wordpress.com/945/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuabdilbarr.wordpress.com/945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuabdilbarr.wordpress.com/945/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuabdilbarr.wordpress.com/945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuabdilbarr.wordpress.com/945/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuabdilbarr.wordpress.com/945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuabdilbarr.wordpress.com/945/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuabdilbarr.wordpress.com/945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuabdilbarr.wordpress.com/945/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuabdilbarr.wordpress.com/945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuabdilbarr.wordpress.com/945/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuabdilbarr.wordpress.com/945/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuabdilbarr.wordpress.com/945/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuabdilbarr.wordpress.com&amp;blog=1151369&amp;post=945&amp;subd=abuabdilbarr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2012/01/11/jual-benih-sayuran-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c7427bda1ac8039d4ead088064f10da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuabdilbarr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ukuran Takaran Satu Sha&#8217;</title>
		<link>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2012/01/10/ukuran-takaran-satu-sha/</link>
		<comments>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2012/01/10/ukuran-takaran-satu-sha/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Jan 2012 05:31:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ABU ABDILBARR</dc:creator>
				<category><![CDATA[satu sha']]></category>
		<category><![CDATA[satuan islam]]></category>
		<category><![CDATA[sha']]></category>
		<category><![CDATA[sho']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuabdilbarr.wordpress.com/?p=929</guid>
		<description><![CDATA[Ukuran Takaran Satu Sha’ Muqaddimah Mengetahui ukuran takaran satu sha’ sangat penting dalam menjalankan syari’at agama islam, karena ada beberapa amal ibadah yang menggunakan takaran satu sha’. Diantara penggunaan takaran sha’ ini adalah dalam pelaksanaan zakat fitrah. Al-Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim rahimahumallah meriwayatkan: Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anha, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuabdilbarr.wordpress.com&amp;blog=1151369&amp;post=929&amp;subd=abuabdilbarr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2012/01/sha.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-933" title="sha'" src="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2012/01/sha.jpg?w=300&#038;h=225" alt="sha'" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Ukuran Takaran Satu Sha’</p>
<p>Muqaddimah</p>
<p>Mengetahui ukuran takaran satu sha’ sangat penting dalam menjalankan syari’at agama islam, karena ada beberapa amal ibadah yang menggunakan takaran satu sha’. Diantara penggunaan takaran sha’ ini adalah dalam pelaksanaan zakat fitrah.</p>
<p>Al-Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim <em>rahimahumallah</em> meriwayatkan:</p>
<p><em>Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anha, beliau berkata: <strong>“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau gandum bagi budak maupun orang merdeka, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun orang tua dari kalangan kaum muslimin, dan Beliau memerintahkan penunaian (zakat fitrah) sebelum orang-orang keluar untuk shalat (‘idul fitri)”.<span id="more-929"></span></strong></em></p>
<p>Kadar Takaran Satu sha’</p>
<p>Satu sha’ sama dengan empat mudd. Satu Mudd sama dengan satu sepertiga rithl. Sehingga satu sha’ sama dengan lima sepertiga rithl.</p>
<p>Sha’ madinah setelah tegaknya Negara islam dan dijadikan takaran syar’iyyah yang digunakan pada zakat fitrah, kafarah sumpah, dan  membayar fidyah.</p>
<p><strong>Konversi Takaran dari satu sha’ menjadi liter.</strong></p>
<p>Satu Sha’ = 2,75 liter</p>
<p><strong>Konversi takaran dari satu sha’ menjadi gram dirham</strong></p>
<p>Satu Sha’ = 685  Dirham = 685,714 Dirham</p>
<p>685,714 Dirham = 1599,634 gram</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber;kitab  Al-Iidhaahaat Al-Asyriyah lil Maqaayiis wal makaayiil wal al-auzaan wan nuquud asy-syariaat</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuabdilbarr.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuabdilbarr.wordpress.com/929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuabdilbarr.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuabdilbarr.wordpress.com/929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuabdilbarr.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuabdilbarr.wordpress.com/929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuabdilbarr.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuabdilbarr.wordpress.com/929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuabdilbarr.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuabdilbarr.wordpress.com/929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuabdilbarr.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuabdilbarr.wordpress.com/929/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuabdilbarr.wordpress.com/929/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuabdilbarr.wordpress.com/929/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuabdilbarr.wordpress.com&amp;blog=1151369&amp;post=929&amp;subd=abuabdilbarr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2012/01/10/ukuran-takaran-satu-sha/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c7427bda1ac8039d4ead088064f10da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuabdilbarr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2012/01/sha.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">sha&#039;</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TANYA JAWAB SEPUTAR MUSAQAT</title>
		<link>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2011/12/19/tanya-jawab-seputar-musaqat/</link>
		<comments>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2011/12/19/tanya-jawab-seputar-musaqat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Dec 2011 07:02:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ABU ABDILBARR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih dan Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bercocok Tanam]]></category>
		<category><![CDATA[Berkebun]]></category>
		<category><![CDATA[Bertani]]></category>
		<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Hasil Panen]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Menanam]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Dalam Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Dan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Pertanian Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tanaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuabdilbarr.wordpress.com/?p=926</guid>
		<description><![CDATA[Apa itu Musaqat? Musaqat adalah akad antara dua pihak, yaitu pihak pertama adalah pemilik pohon dan pihak kedua adalah orang yang merawat pohon tersebut, dengan imbalan  bagi orang merawat mendapat bagi hasil dari buah pohonnya. Apa hukum Musaqat? Musaqat diperbolehkan, berdasarkan kaidah umum, sunnah maupun logika yang lurus Kaidah  Umum yaitu Bahwa Asal dari Muamalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuabdilbarr.wordpress.com&amp;blog=1151369&amp;post=926&amp;subd=abuabdilbarr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Apa itu Musaqat?</strong></p>
<p>Musaqat adalah akad antara dua pihak, yaitu pihak pertama adalah pemilik pohon dan pihak kedua adalah orang yang merawat pohon tersebut, dengan imbalan  bagi orang merawat mendapat bagi hasil dari buah pohonnya.</p>
<p><strong>Apa hukum Musaqat?<span id="more-926"></span></strong></p>
<p>Musaqat diperbolehkan, berdasarkan kaidah umum, sunnah maupun logika yang lurus</p>
<ol>
<li>Kaidah  Umum yaitu Bahwa Asal dari Muamalah adalah halal kecuali ada dalil pengharamannya.</li>
<li>Adapun dalil dari sunah, adalah  hadits dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma:</li>
</ol>
<p dir="RTL">أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ عَامَلَ أَهْلَ خَيْبَرَ بِشَطْرٍ عَلَى مَا يَخْرُجُ مِنْهَا مِنْ ثَمَرٍ أَوْ زَرْعٍ</p>
<p><em>“</em><em>Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> <em>mempekerjakan penduduk khaibar dengan (bagian untuk mereka) setengah dari apa yang keluar (tumbuh) darinya berupa buah atau tanaman.”</em></p>
<ol>
<li>Adapun berdasarkan logika yang lurus, karena dalam  musaqat terdapat  maslahat, disatu sisi ada  seseorang yang mempunyai kebun-kebun yang banyak, sedangkan dia tidak mampu menggarap kebun-kebun tersebut  baik tidak mampu secara tenaga maupun permodalan. Dalam keadaan tersebut  maka ada 2 kemungkinan: pertama  pohonnya tidak terurus,bisa-bisa lama kelamaan akan mati maka ini sebuah kerugian dan bentuk penyia-nyiaan harta atau kemungkinan kedua memperkerjakan orang dengan upah dan ini terkadang memberatkan karena modalnya tidak ada. Disisi lain orang yang menganggur yang membutuhkan pekerjaan sehingga ada maslahat dengan diperbolehkannya masaqat. Pemilik kebun pekerjaannya berkurang dan tanamannya terurus, sedangkan orang yang merawat pohon dia mendapat pekerjaan.</li>
</ol>
<p><strong>Bagaimana syarat sahnya musaqat?</strong></p>
<p>Musaqat sah dengan syarat: pohon yang dirawat berbuah atau berproduksi. Karena perlu ada hasil dari pohon yang dirawat itu sehingga bisa dibagi hasilnya. Sedangkan bagi hasil yang diperoleh pihak kedua adalah sebagai upah pekerjaannya tersebut.</p>
<p><strong>Bagaimanakah bentuk gambaran musaqat?</strong></p>
<p>Ada 4 bentuk gambaran musaqat yaitu:</p>
<ol>
<li>Bentuk pertama adalah Musaqat dengan  pohon yang sudah ada, sehingga pihak kedua tinggal merawat pohon tersebut hingga berbuah/berproduksi.</li>
<li>Bentuk kedua adalah musaqat pada pohon yang sedang berbuah, sehingga perawatannya selama berbuah hingga layak panen sehingga tempo musaqat ini lebih pendek dari bentuk pertama.</li>
<li>Bentuk yang ketiga adalah musaqat pada pohon yang belum ditanam, pihak pertama  hanya menyediakan bibit pohon,kemudian  menyuruh  pohon-pohon yang akan ditanam tersebut. Tentunya waktu yang dibutuhkan tentunya lebih lama dari bentuk pertama dengan pohon yang sejenis.  Musaqat dengan bentuk yang seperti inilah yang  terjadi antara Rasulullah shallalllu alaihi wa sallam dengan penduduk khaibar.</li>
</ol>
<p><strong>Berapakah bagi hasil musaqat?</strong></p>
<p>Pembagian bagi hasil musaqat adalah berupa buah atau sesuatu yang dipanen dari pohon yang dipelihara. Mengenai nisbah bagi hasilnya haruslah dengan prosentase yang jelas seperti: seperempat (25 %), setengah (50 %), sepertiga (33,3%), seperdelapan (12,5%)  atau sepersepuluh (10%) sesuai dengan kesepakatan antara kedua pihak.</p>
<p>Jika nisbah bagi hasilnya tidak jelas misalkan disepakati bagi hasilnya sebagian dari buahnya, maka ini tidak boleh karena tidak jelas sebagian itu berapa prosentasenya bagiannya.</p>
<p>Jika nisbah bagi hasilnya dengan nilai bukan prosentase maka tidak boleh. Misalkan disepakati bagi pihak kedua mendapat bagi hasil senilai 100 kg dari buah yang dihasilkan. Pembagian semacam ini tidak diperbolehkan karena mengandung ketidakjelasan dan spekulasi, bila hasilnya kurang atau sama dengan 100 kg tentunya merugikan pihak pertama yang tidak mendapatkan bagi hasil, begitu pula sebaliknya jika hasilnya melimpah berton-ton maka pihak kedua medapat bagian yang sangat sedikit.</p>
<p>Jika nisbah bagi hasilnya disepakati pihak pertama mendapat buah dari semua pohon yang ada sebelah sini dan pihak kedua mendapat bagian semua buah dari pohon sebelah sana. Maka ini tidak diperbolehkan karena tpat ketidak jelasan dan spekulasi. Bisa jadi sebelah sini buahnya bagus maka merugikan pihak kedua begitu juga sebaliknya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuabdilbarr.wordpress.com/926/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuabdilbarr.wordpress.com/926/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuabdilbarr.wordpress.com/926/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuabdilbarr.wordpress.com/926/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuabdilbarr.wordpress.com/926/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuabdilbarr.wordpress.com/926/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuabdilbarr.wordpress.com/926/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuabdilbarr.wordpress.com/926/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuabdilbarr.wordpress.com/926/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuabdilbarr.wordpress.com/926/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuabdilbarr.wordpress.com/926/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuabdilbarr.wordpress.com/926/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuabdilbarr.wordpress.com/926/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuabdilbarr.wordpress.com/926/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuabdilbarr.wordpress.com&amp;blog=1151369&amp;post=926&amp;subd=abuabdilbarr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2011/12/19/tanya-jawab-seputar-musaqat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c7427bda1ac8039d4ead088064f10da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuabdilbarr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>47. CARA MENGHAFAL JUZ &#8216;AMMA DALAM 45 HARI</title>
		<link>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2011/11/24/menghafal-juz-amma-dalam-45-hari/</link>
		<comments>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2011/11/24/menghafal-juz-amma-dalam-45-hari/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Nov 2011 13:54:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ABU ABDILBARR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Menghafal Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Cara Menghafal Juz Amma]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Juz Amma]]></category>
		<category><![CDATA[Menghafal Al-Qur'an]]></category>
		<category><![CDATA[Menghafal Juz Amma]]></category>
		<category><![CDATA[Tahfizh qur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuabdilbarr.wordpress.com/?p=898</guid>
		<description><![CDATA[Tabel Menghafal Juz &#8216;Amma Berikut Ini saya tampilkan tabel buat anda yang ingin menghafal juz &#8216;amma selama 45 hari. Kalau ada yang berminat silahkan kirim alamat emailnya nanti saya kirim  file word-nya. Semoga bermanfaat.. Hari ke- Menghafal Muraja&#8217;ah (mengulang kembali) Pengawas Dari Sampai Dari Sampai 1 Surat Al-Fatihah dan An-Naas     2 Surat Al-Falaq, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuabdilbarr.wordpress.com&amp;blog=1151369&amp;post=898&amp;subd=abuabdilbarr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tabel Menghafal Juz &#8216;Amma</p>
<p>Berikut Ini saya tampilkan tabel buat anda yang ingin menghafal juz &#8216;amma selama 45 hari. Kalau ada yang berminat silahkan kirim alamat emailnya nanti saya kirim  file word-nya.</p>
<p>Semoga bermanfaat..<span id="more-898"></span></p>
<table width="615" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td rowspan="2" valign="bottom" width="64">
<p align="center"><strong>Hari ke-</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="261">
<p align="center"><strong>Menghafal</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Muraja&#8217;ah (mengulang kembali)</strong></p>
</td>
<td rowspan="2" valign="bottom" width="71">
<p align="center"><strong>Pengawas</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133">
<p align="center"><strong>Dari</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129">
<p align="center"><strong>Sampai</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="135">
<p align="center"><strong>Dari</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="84">
<p align="center"><strong>Sampai</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">1</p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="261">
<p align="center"><strong>Surat Al-Fatihah dan An-Naas</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="135"><strong> </strong></td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="84"><strong> </strong></td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">2</p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="261">
<p align="center"><strong>Surat Al-Falaq, Al-Ikhlash dan Al-Masad</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>surat An-Naas</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">3</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133">
<p align="center"><strong>An-Nashr</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129">
<p align="center"><strong>Al-Kaafiruun</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-Falaq</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">4</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133">
<p align="center"><strong>Al-Kautsar</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129">
<p align="center"><strong>Al-Maa&#8217;uun</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-Ikhlaash</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">5</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133">
<p align="center"><strong>Al-Quraisy</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129">
<p align="center"><strong>Al-Fiil</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-Masad</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">6</p>
</td>
<td colspan="4" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="480">
<p align="center"><strong>Tasmii&#8217; dari surat An-Naas sampai surat Al-Maa&#8217;uun</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"><strong> </strong></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">7</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133">
<p align="center"><strong>Al-Humazah</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129">
<p align="center"><strong>Al-Ashr</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-Nashr</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">8</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133">
<p align="center"><strong>At-Takaatsur</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129">
<p align="center"><strong>Al-Qaari&#8217;ah</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-Kaafiruun</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">9</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133">
<p align="center"><strong>Al-Aadiyaat</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129">
<p align="center"><strong>Al-Zalzalah</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-Kautsar</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">10</p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="261">
<p align="center"><strong>Al-Bayyinah</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-Maa&#8217;uun</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">11</p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="261">
<p align="center"><strong>Surat Al-Qadr dan At-Tiin</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Quraisy</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">12</p>
</td>
<td colspan="4" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="480">
<p align="center"><strong>Tasmii&#8217; dari surat Quraisy sampai surat Al-Bayyinah</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">13</p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="261">
<p align="center"><strong>Al-&#8217;Alaq</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-Fiil</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">14</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133">
<p align="center"><strong>As-Syarh</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129">
<p align="center"><strong>Ad-Dhuha</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-Humazah</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">15</p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="261">
<p align="center"><strong>Al-Lail</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-&#8217;Ashr</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">16</p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="261">
<p align="center"><strong>As-Syamsu</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>At-Takaatsur</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">17</p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="261">
<p align="center"><strong>Al-Balad</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-Qaari&#8217;ah</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">18</p>
</td>
<td colspan="4" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="480">
<p align="center"><strong>Tasmii&#8217; dari surat Al-Qadr sampai surat As-Syamsu</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">19</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133"><strong>Al-Fajr ayat 1</strong></td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129"><strong>Al-Fajr ayat 16</strong></td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-&#8217;Aadiyaat</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">20</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133"><strong>Al-Fajr ayat 17</strong></td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129"><strong>Al-Fajr ayat 30</strong></td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-Zalzalah</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">21</p>
</td>
<td colspan="4" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="480">
<p align="center"><strong>Ujian setengah Juz &#8216;Amma (Dari An-Naas sampai Al-Fajr)</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">22</p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="261">
<p align="center"><strong>Al-Ghaasyiyah</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="135"><strong>Al-Bayyinah</strong></td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="84"><strong> </strong></td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">23</p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="261">
<p align="center"><strong>Al-A&#8217;la</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-Qadr</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">24</p>
</td>
<td colspan="4" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="480">
<p align="center"><strong>Tasmii&#8217; dari Surat Al-Balad sampai surat Al-Ghaasyiyah</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">25</p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="261">
<p align="center"><strong>At-Thaariq</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-&#8217;Alaq</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">26</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133">
<p align="center"><strong>Al-Buruuj : 1</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129">
<p align="center"><strong>Al-Buruuj : 10</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>At-Tiin</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">27</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133">
<p align="center"><strong>Al-Buruuj :!11</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129">
<p align="center"><strong>Al-Buruuj : 22</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>As-Syarh</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">28</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133">
<p align="center"><strong>Al-Insyiqaaq :1</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129">
<p align="center"><strong>Al-Insyiqaaq : 15</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Ad-Dhuha</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">29</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133">
<p align="center"><strong>Al-Insyiqaaq :16</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129">
<p align="center"><strong>Al-Insyiqaaq : 25</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-Lail</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">30</p>
</td>
<td colspan="4" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="480">
<p align="center"><strong>Tasmii&#8217; dari surat Al-A&#8217;la sampai surat Al-Insyiqaaq :15</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">31</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133"><strong>Al-Muthafifiin :1</strong></td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129"><strong>Al-Muthafifiin:21</strong></td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>As-Syamsu</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">32</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133"><strong>Al-Muthafifiin :22</strong></td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129"><strong>Al-Muthafifiin:36</strong></td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-Balad</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">33</p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="261">
<p align="center"><strong>Al-Infithaar</strong></p>
</td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-Fajr</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">34</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133"><strong>At-Takwiir:1</strong></td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129"><strong>At-Takwiir:14</strong></td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-Ghaasyiyah</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">35</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133"><strong>At-Takwiir:15</strong></td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129"><strong>At-Takwiir:29</strong></td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-A&#8217;la</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">36</p>
</td>
<td colspan="4" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="480">
<p align="center"><strong>Tasmii&#8217; dari surat Al-Insyiqaaq :16 sampai surat At-Takwiir:14</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">37</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133"><strong>Abasa:1</strong></td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129"><strong>Abasa:23</strong></td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>At-Thaariq</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">38</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133"><strong>Abasa:24</strong></td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129"><strong>Abasa:42</strong></td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-Buruuj</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">39</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133"><strong>An-Naazi&#8217;aat:1</strong></td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129"><strong>An-Naazi&#8217;aat:26</strong></td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-Insyiqaaq</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">40</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133"><strong>An-Naazi&#8217;aat:27</strong></td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129"><strong>An-Naazi&#8217;aat:46</strong></td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-Muthaffifiin</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">41</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133"><strong>An-Naba:1</strong></td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129"><strong>An-Naba:20</strong></td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>Al-Infithaar</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">42</p>
</td>
<td colspan="4" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="480">
<p align="center"><strong>Tasmii&#8217; dari surat At-Takwiir:15 sampai surat An-Naazi&#8217;aat</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">43</p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="133"><strong>An-Naba:21</strong></td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="129"><strong>An-Naba:40</strong></td>
<td colspan="2" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="219">
<p align="center"><strong>At-Takwiir</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">44</p>
</td>
<td colspan="4" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="480">
<p align="center"><strong>Ujian setengah Juz &#8216;Amma (Dari Al-Ghaasyiyaah sampai An-Naba)</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
<tr>
<td nowrap="nowrap" width="64">
<p align="center">45</p>
</td>
<td colspan="4" valign="bottom" nowrap="nowrap" width="480">
<p align="center"><strong>Ujian saitu juz &#8216;amma semuanya (Dari An-Naas sampai An-Naba)</strong></p>
</td>
<td valign="bottom" nowrap="nowrap" width="71"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuabdilbarr.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuabdilbarr.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuabdilbarr.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuabdilbarr.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuabdilbarr.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuabdilbarr.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuabdilbarr.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuabdilbarr.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuabdilbarr.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuabdilbarr.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuabdilbarr.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuabdilbarr.wordpress.com/898/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuabdilbarr.wordpress.com/898/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuabdilbarr.wordpress.com/898/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuabdilbarr.wordpress.com&amp;blog=1151369&amp;post=898&amp;subd=abuabdilbarr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2011/11/24/menghafal-juz-amma-dalam-45-hari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c7427bda1ac8039d4ead088064f10da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuabdilbarr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>45. PETANI RUMAHAN: BUDIDAYA KANGKUNG</title>
		<link>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2011/11/10/petani-rumahan-budidaya-kangkung/</link>
		<comments>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2011/11/10/petani-rumahan-budidaya-kangkung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 13:44:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ABU ABDILBARR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Petani Rumahan]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Bercocok Tanam]]></category>
		<category><![CDATA[Berkebun]]></category>
		<category><![CDATA[Bertani]]></category>
		<category><![CDATA[budidaya kangkung]]></category>
		<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Hasil Panen]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Petani]]></category>
		<category><![CDATA[menanam kangkung di halaman rumah]]></category>
		<category><![CDATA[petani rumahan]]></category>
		<category><![CDATA[Tanaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuabdilbarr.wordpress.com/?p=886</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah Kali ini saya akan menampilkan dan menceritakan pengalaman menanam kangkung di halaman rumah, sayangnya rumah yang saya tempati sekarang semua terasnya sudah diplester/disemen jadi tidak bisa ditanami. Tetapi rupanya masih ada lahan tersisa yaitu tepatnya di atas pagar depan rumah. Pagar depan rumah dibangun  dengan bagian atas seperti tampak pada foto dibawah ini. Sengaja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuabdilbarr.wordpress.com&amp;blog=1151369&amp;post=886&amp;subd=abuabdilbarr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah</p>
<div id="attachment_889" class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><a href="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/11/p27-09-11_07-00.jpg"><img class="size-large wp-image-889 " title="menanam kangkung dihalaman rumah" src="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/11/p27-09-11_07-00.jpg?w=614&#038;h=461" alt="menanam kangkung dihalaman rumah" width="614" height="461" /></a><p class="wp-caption-text">menanam kangkung dihalaman rumah</p></div>
<p>Kali ini saya akan menampilkan dan menceritakan pengalaman menanam kangkung di halaman rumah, sayangnya rumah yang saya tempati sekarang semua terasnya sudah diplester/disemen jadi tidak bisa ditanami. Tetapi rupanya masih ada lahan tersisa yaitu tepatnya di atas pagar depan rumah. Pagar depan rumah dibangun  dengan bagian atas seperti tampak pada foto dibawah ini. Sengaja digunakan untuk lahan menanam tanaman.</p>
<div>
<dl>
<dt><a href="http://petanirumahan.files.wordpress.com/2011/11/p28-07-11_13-29.jpg"><img title="Bagian atas Pagar yang dijadikan Lahan" src="http://petanirumahan.files.wordpress.com/2011/11/p28-07-11_13-29.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Bagian atas Pagar yang dijadikan Lahan" width="300" height="225" /></a></dt>
<dd>Bagian atas Pagar yang dijadikan Lahan</dd>
</dl>
</div>
<p>Dengan bangunan pagar seperti ini, maka bagian atas pagar masih bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman. Semula digunakan untuk menanam tanaman hias dan bunga. Tetapi menurut saya lebih bermanfaat ditanam sayuran saja karena bisa dipanen dan dimasak tanpa mengurangi nilai keindahan.</p>
<p>Saya memilih menanam kangkung darat ini karena simpel proses budidayanya, tinggal disebar dilahan, insyaallah tumbuh dan bisa dipanen. Masalah benih kebetulan karena saya jualan benih jadi tidak menjadi problem. Tinggal ambil saja satu bungkus barang dagangan. Inilah benih yang saya gunakan..</p>
<div>
<dl>
<dt><a href="http://petanirumahan.files.wordpress.com/2011/11/p15-09-11_10-091.jpg"><img title="Benih Kangkung Darat" src="http://petanirumahan.files.wordpress.com/2011/11/p15-09-11_10-091.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Benih Kangkung Darat" width="300" height="225" /></a></dt>
<dd>Benih Kangkung Darat</dd>
</dl>
</div>
<p><span id="more-886"></span><img title="More..." src="http://petanirumahan.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" alt="" />Biasanya saya jual benih diatas Rp 1000,00 per bungkus isi berkisar 100-200 biji,tapi karena lahan yang tersedia terbatas jadi hanya saya ambil sekitar 20-30 biji saja biar tidak terlalu rapat jarak tanamnya. Karena lahan juga sudah ditanami bawang merah sebelumnya. Jadi saya bermaksud melakukan tumpang sari dengan memaksimalkan lahan dengan banyak tanaman. Intensifikasi pertanian itu kan istilahnya. Adapun pada saat itu Bawang merah baru tumbuh 2 siung dari 20 siung yang ditanam</p>
<div>
<dl>
<dt><a href="http://petanirumahan.files.wordpress.com/2011/11/p11-08-11_10-15.jpg"><img title="Tumpang sari antara bawang merah dengan kangkung" src="http://petanirumahan.files.wordpress.com/2011/11/p11-08-11_10-15.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Tumpang sari antara bawang merah dengan kangkung" width="300" height="225" /></a></dt>
<dd>Tumpang sari antara bawang merah dengan kangkung</dd>
</dl>
</div>
<p>Setelah satu minggu (8 HST) benih sudah mulai ada yang berkecambah, tapi belum terlihat pada foto berikut. Yang terlihat adalah tanaman bawang merah yang sudah hampir tumbuh semua..</p>
<div>
<dl>
<dt><a href="http://petanirumahan.files.wordpress.com/2011/11/p18-08-11_08-311.jpg"><img title="kangkung setelah 8 hari setelah tanam" src="http://petanirumahan.files.wordpress.com/2011/11/p18-08-11_08-311.jpg?w=300&#038;h=225" alt="kangkung setelah 8 hari setelah tanam" width="300" height="225" /></a></dt>
<dd>kangkung setelah 8 hari setelah tanam</dd>
</dl>
</div>
<p>Pada tanggal 28 Agustus 2011 berarti 18 HST atau hampir 3 minggu tanaman kangkung sudah tumbuh dengan baik sebagai mana foto dibawah ini.. Kemudian tanaman disiram dengan sebaik-baiknya karena akan ditinggal mudik pulang kampung selama 10 hari,sebenarnya agak khawatir juga karena sedang musim kemarau dan banyak terjadi kekeringan di berbagai daerah di Indonesia..</p>
<div>
<dl>
<dt><a href="http://petanirumahan.files.wordpress.com/2011/11/p28-08-11_07-57.jpg"><img title="18 hari setelah tanam" src="http://petanirumahan.files.wordpress.com/2011/11/p28-08-11_07-57.jpg?w=300&#038;h=225" alt="18 hari setelah tanam" width="300" height="225" /></a></dt>
<dd>18 hari setelah tanam</dd>
</dl>
</div>
<p>Sepulang dari mudik tanggal 8 September 2011 atau 29 HST, Alhamdulillah tanaman kangkung dan bawang merah masih hidup walaupun selama 10 hari ditinggal tidak turun hujan. Kemudian segera disiram karena sudah kering sekali tanahnya..</p>
<p>Kelanjutannya bisa dibaca <a title="disini" href="http://petanirumahan.wordpress.com/2011/11/08/petani-rumahan-1-menanam-kangkung/#more-5" target="_blank">disini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuabdilbarr.wordpress.com/886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuabdilbarr.wordpress.com/886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuabdilbarr.wordpress.com/886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuabdilbarr.wordpress.com/886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuabdilbarr.wordpress.com/886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuabdilbarr.wordpress.com/886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuabdilbarr.wordpress.com/886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuabdilbarr.wordpress.com/886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuabdilbarr.wordpress.com/886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuabdilbarr.wordpress.com/886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuabdilbarr.wordpress.com/886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuabdilbarr.wordpress.com/886/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuabdilbarr.wordpress.com/886/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuabdilbarr.wordpress.com/886/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuabdilbarr.wordpress.com&amp;blog=1151369&amp;post=886&amp;subd=abuabdilbarr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2011/11/10/petani-rumahan-budidaya-kangkung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c7427bda1ac8039d4ead088064f10da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuabdilbarr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/11/p27-09-11_07-00.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">menanam kangkung dihalaman rumah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://petanirumahan.files.wordpress.com/2011/11/p28-07-11_13-29.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Bagian atas Pagar yang dijadikan Lahan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://petanirumahan.files.wordpress.com/2011/11/p15-09-11_10-091.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Benih Kangkung Darat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://petanirumahan.wordpress.com/wp-includes/js/tinymce/plugins/wordpress/img/trans.gif" medium="image">
			<media:title type="html">More...</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://petanirumahan.files.wordpress.com/2011/11/p11-08-11_10-15.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tumpang sari antara bawang merah dengan kangkung</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://petanirumahan.files.wordpress.com/2011/11/p18-08-11_08-311.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">kangkung setelah 8 hari setelah tanam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://petanirumahan.files.wordpress.com/2011/11/p28-08-11_07-57.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">18 hari setelah tanam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>40. TIPS BAGI YANG MAU SELINGKUH ATAU YANG TELAH BERSELINGKUH</title>
		<link>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2011/08/08/solusi-untuk-orang-yang-berselingkuh-atau-mau-selingkuh/</link>
		<comments>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2011/08/08/solusi-untuk-orang-yang-berselingkuh-atau-mau-selingkuh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Aug 2011 07:05:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ABU ABDILBARR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[ayo selingku]]></category>
		<category><![CDATA[ayo selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[cari pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[cari selingkuhan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[kisah selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[pengalaman selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh dengan ipar]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh dengan teman kerja]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh dengan tetangga]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh itu indah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuabdilbarr.wordpress.com/?p=787</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya anda harus mengetahui keadaan anda sekarang, anda termasuk pada kondisi yang mana sehingga tips yang diberikan sesuai dengan kondisi anda: 1. Kondisi pertama: Bila anda telah mempunyai pasangan hidup baik istri atau pun suami kemudian anda telah sukses berselingkuh. Baik sekali baru melakukan perselingkuhan atau pun sering. Mungkin anda sudah sering melakukan perselingkuhan tersebut, atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuabdilbarr.wordpress.com&amp;blog=1151369&amp;post=787&amp;subd=abuabdilbarr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelumnya anda harus mengetahui keadaan anda sekarang, anda termasuk pada kondisi yang mana sehingga tips yang diberikan sesuai dengan kondisi anda:</p>
<p><strong>1. Kondisi pertama:</strong></p>
<p>Bila anda telah mempunyai pasangan hidup baik istri atau pun suami kemudian anda telah sukses berselingkuh. Baik sekali baru melakukan perselingkuhan atau pun sering. Mungkin anda sudah sering melakukan perselingkuhan tersebut, atau sebagian ada juga sudah yang sering bergonti-ganti pasangan dan menjalin kehidupan yang bebas dalam masalah sex. Bahkan ada di antara anda yang begitu leluasa untuk melakukannya dan begitu  mudah mendapatkan pasangan selingkuhan. Intinya anda telah sukses berseligkuh, entah dengan teman kerja, tetangga, teman lama, ataupun pramu nikmat.</p>
<p><strong>2. Kondisi kedua:</strong></p>
<p>Bila anda mempunyai pasangan hidup baik istri atau pun suami kemudian anda selalu gagal untuk berselingkuh padahal sudah berusaha keras. Anda sudah berencana dan berniat untuk berselingkuh. Anda sudah berusaha mencari pasangan selingkuh, mungkin melalui dunia maya melalui jejaring sosial, forum-forum, chatting,kontak kencan dan lain-lain. Ataupun di dunia nyata dengan jalan ke tempat-tempat keramaian, mal, plasa, tempat wisata atau bahkan lokalisasi. Intinya anda sudah berusaha untuk mendapatkan pasangan selingkuhan. Malahan sebagian anda sudah mendapatkan pasangan yang mau diajak selingkuh namun belum sempat berselingkuh karena keadaan belum memungkinkan. Atau anda sudah janjian untuk ketemuan di suatu tempat tetapi gagal karena ada orang yang anda kenal di sana sehingga perselingkuhan di cancel dulu. Atau anda gagal berhubungan intim dengan selingkuhan anda karena tertangkap basah, atau ada razia sehingga tempatnya tutup karena anda mau berselingkuh dengan PSK misalnya.</p>
<p><strong>3. Kondisi ketiga:</strong></p>
<p>Bila anda mempunyai pasangan hidup baik istri atau pun suami kemudian anda berkeinginan untuk berselingkuh. Anda mempunyai rencana berselingkuh kalau ada mempunyai kesempatan, anda berniat berselingkuh kalau ada yang mau diajak selingkuh, anda bertekad untuk berselingkuh kalau memungkinkan waktu dan tempatnya. Anda ingin mencari pasangan baru untuk mencari variasi dalam bercinta. Akan tetapi anda baru sebatas niat, tekad dan rencana saja belum melakukan aksi dan mencari pasangan selingkuhan. <span id="more-787"></span></p>
<p><strong>4. Kondisi keempat:</strong></p>
<p>Bila anda mempunyai pasangan hidup baik istri atau pun suami kemudian anda bertekad untuk setia kepada pasangan anda. Anda tidak mau berselingkuh dan menghianati pasangan anda. Alasannya bisa karena selingkuh merusak keutuhan kehidupan rumah tangga anda, selingkuh bertentangan dengan budaya timur yang senantiasa menjaga kesetiaan pada pasangan, anda takut kepada pasangan atau pun selingkuh adalah free sex yang bisa menyebabkan penyakit kelamin atau beresiko terjangkit virus HIV.</p>
<p><strong>5. Kondisi kelima:</strong></p>
<p>Bila anda mempunyai pasangan hidup baik istri atau pun suami kemudian anda bertekad setia kepada pasangan. Anda tidak mau berselingkuh dengan selain pasangan sah yang didasari pernikahan.  Alasannya karena selingkuh itu adalah perbuatan zina yang terlarang dalam agama islam, perbuatan keji yang di cela dan diancam oleh pemilik alam semesta Allah <em>azza wa jalla</em> dengan siksa dan adzab yang pedih di akhirat. Perbuatan yang hina yang dijelaskan melalui lisan sebaik-baik manusia Nabi Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, yang beliau memintahkan pelakunya untuk dirajam.</p>
<p>Setelah anda membaca kelima kondisi di atas tentunya anda mengetahui posisi anda ada dimana, maka tipsnya adalah:</p>
<p><strong>1. Tips Untuk Kondisi Pertama</strong></p>
<p>Bagi anda yang posisinya pada keadaan pertama maka bertaubatlah dengan taubatan nasuha, mohon ampun kepada Allah <em>azza wa jalla</em> dan bertaqwalah. Karena sesungguhnya anda telah berbuat maksiat, berbuat zina yang merupakan dosa yang sangat besar. Seandainya syariat rajam tegak di negara kita tentunya anda layak untuk mendapatkannya. Mulai sekarang berusahalah setia pada pasangan anda. Jika anda seorang suami yang mempunyai kemampuan mungkin anda bisa berpoligami. Pelajarilah agama dan bergaulah dengan orang-orang yang baik. Semoga Allah mengampuni anda kalau anda bertaubat dan meminta ampun kepadanya. Yang jelas anda telah mendapatkan dosa yang besar  yaitu dosa berzina.</p>
<p><strong>2. Tips Untuk Kondisi Kedua</strong></p>
<p>Solusinya hampir sama dengan kondisi pertama. Bertaubatlah dengan taubatan nasuha, mohon ampun kepada Allah <em>azza wa jalla</em> dan bertaqwalah kepada Allah. Mulai sekarang berusahalah setia pada pasangan anda. Jika anda seorang suami yang mempunyai kemampuan mungkin anda bisa berpoligami. Pelajarilah agama dan bergaulah dengan orang-orang yang baik. Semoga Allah mengampuni anda kalau anda bertaubat dan meminta ampun kepadanya. Yang jelas anda telah mendapatkan dosa besar sebagaimana orang yang berada pada kondisi pertama.</p>
<p>Alasannya:  &#8221;Barangsiapa yang meninggalkan perbuatan yang diharamkan oleh Allah <em>azza wa jalla</em> karena ada penghalang atau kelemahan pada dirinya sementara dia sudah berusaha untuk melaksanakan larangan tersebut maka baginya dosa sebagimana dosa pelaku yang melaksanakan larangan tersebut&#8221;.</p>
<p><strong>3. Tips Untuk Kondisi Ketiga</strong></p>
<p>Bertaubatlah dengan taubatan nasuha, mohon ampunlahdan bertakwalah  kepada Allah. Mulai sekarang berusahalah setia pada pasangan anda. Jika anda seorang suami yang mempunyai kemampuan mungkin anda bisa berpoligami. Pelajarilah agama dan bergaulah dengan orang-orang yang baik. Semoga Allah mengampuni anda kalau anda bertaubat dan meminta ampun kepadanya. Yang jelas anda telah mendapat dosa dari niat buruk anda tersebut.</p>
<p>Alasannya: &#8220;Barangsiapa yang meninggalkan perbuatan yang diharamkan oleh Allah azza wa jalla karena dia baru sebatas niat disertai keinginan dan tekad untuk melakukan larangan Allah azza wa jalla tersebut maka baginya dosa sebatas niat buruknya tersebut&#8221;.</p>
<p><strong>4. Tips Untuk Kondisi Keempat</strong></p>
<p>Sayang sekali perbuatan baik anda yaitu meninggalkan zina tidak lah mendapatkan pahala karena tidak tidak didasari lillahi ta&#8217;ala. Landasilah segala amal  dan perbuatan anda karena Allah azza wa jalla semata. Mulai sekarang ubah lah niat anda.</p>
<p>Alasannya: &#8220;Barangsiapa yang meninggalkan perbuatan yang diharamkan oleh Allah azza wa jalla bukan karena melaksanakan perintah Allah azza wa jalla untuk tidak melakukan perbuatan yang merupakan larangan Allah ta’ala tetapi karena hal lain maka pelakunya tidak mendapatkan pahala.&#8221;</p>
<p>5. Tips Untuk Kondisi Kelima.</p>
<p>Selamat anda mendapatkan pahala dan tetaplah istiqamah.</p>
<p>Alasannya: &#8220;Barangsiapa yang meninggalkan perbuatan yang diharamkan oleh Allah azza wa jalla karena melaksanakan perintah Allah untuk menninggalkan dan menjauhi perbuatan tersebuk maka baginya pahala&#8221;.</p>
<p>Diambil dari faidah Kajian <em>Ushul Fiqh</em> tentang <em>Al-Ahwal fi Tarkil Muharamat</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuabdilbarr.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuabdilbarr.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuabdilbarr.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuabdilbarr.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuabdilbarr.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuabdilbarr.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuabdilbarr.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuabdilbarr.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuabdilbarr.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuabdilbarr.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuabdilbarr.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuabdilbarr.wordpress.com/787/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuabdilbarr.wordpress.com/787/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuabdilbarr.wordpress.com/787/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuabdilbarr.wordpress.com&amp;blog=1151369&amp;post=787&amp;subd=abuabdilbarr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2011/08/08/solusi-untuk-orang-yang-berselingkuh-atau-mau-selingkuh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c7427bda1ac8039d4ead088064f10da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuabdilbarr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>36.PE TANI RUMAHAN: BUDIDAYA BAWANG MERAH</title>
		<link>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2011/08/01/petani-rumahan-budidaya-bawang-merah/</link>
		<comments>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2011/08/01/petani-rumahan-budidaya-bawang-merah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 06:20:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ABU ABDILBARR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Petani Rumahan]]></category>
		<category><![CDATA[bawang merah]]></category>
		<category><![CDATA[Bercocok Tanam]]></category>
		<category><![CDATA[Bercocok tanam di halaman rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Berkebun]]></category>
		<category><![CDATA[berkebun dihalaman rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Bertani]]></category>
		<category><![CDATA[Bertani di halaman rumah]]></category>
		<category><![CDATA[budidaya bawang merah]]></category>
		<category><![CDATA[Menanam bawang merah]]></category>
		<category><![CDATA[menanam bawang merah di halaman rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuabdilbarr.wordpress.com/?p=760</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah Akhirnya setelah sekian lama terpendam keinginanku terwujud juga yaitu bercocok tanam. Sebenarnya salah satu cita-cita ku adalah menjadi petani, tetapi karena diperantauan jadi belum terealisasi. Meskipun hanya bercocok tanam di depan rumah namun aku bisa menikmatinya sebagai sebuah aktivitas yang menyenangkan. Tanaman yang pertama aku tanam adalah bawang merah ada beberapa pertimbangan. Pertama asalku [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuabdilbarr.wordpress.com&amp;blog=1151369&amp;post=760&amp;subd=abuabdilbarr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_832" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/08/p11-08-11_10-181.jpg"><img class="size-medium wp-image-832" title="Tanaman Bawang Merah" src="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/08/p11-08-11_10-181.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Tanaman Bawang Merah" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Tanaman Bawang Merah</p></div>
<p>Bismillah</p>
<p>Akhirnya setelah sekian lama terpendam keinginanku terwujud juga yaitu bercocok tanam. Sebenarnya salah satu cita-cita ku adalah menjadi petani, tetapi karena diperantauan jadi belum terealisasi.</p>
<p>Meskipun hanya bercocok tanam di depan rumah namun aku bisa menikmatinya sebagai sebuah aktivitas yang menyenangkan.</p>
<p>Tanaman yang pertama aku tanam adalah bawang merah ada beberapa pertimbangan. Pertama asalku dari Brebes jadi tidak asing dengan tanaman ini. Kedua kebutuhan dapur yang sangat urgen untuk memasak.</p>
<p>Aku ambil 20 siung bawang dari dapur lalu mulai deh menanam bawang merah tersebut di halaman rumah.</p>
<p>Lokasi penanaman berada di atas pagar. Tadinya ditanami bunga tapi aku ganti saja dengan tanaman semoga sukses, Dan insyaallah akan di update perkembangan tanaman bawang merahnya. Anda pun bisa mencobanya<span id="more-760"></span></p>
<div id="attachment_763" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/08/p28-07-11_13-30.jpg"><img class="size-medium wp-image-763" title="28/07/11 = 1 HST" src="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/08/p28-07-11_13-30.jpg?w=300&#038;h=225" alt="28/07/11 = 1 HST" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Tampak tanaman yang ditanam di  atas pagar setelah tanah digemburkan terlebih dahulu28/07/11 = 1 HST</p></div>
<div id="attachment_764" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/08/p28-07-11_13-2911.jpg"><img class="size-medium wp-image-764" title="28/07/11 = 1 HST" src="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/08/p28-07-11_13-2911.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Lebih detail" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Benih diambil dari stok bumbu di dapur simpel kan andapun bisa menanamnya di pot atau di halaman rumah anda</p></div>
<p>setelah satu pekan bawang merah yang ditanam mulai ada yang tumbuh, ya meskipun baru satu dari 20 yang ditanam. Kemungkinan masa dormansi bawang merah yang saya tanam masih lama,sehingga tidak cepat tumbuh dan juga. Ya maklum saja wong bawang merahnya saya beli dari pasar buat bumbu masak belum lama. Padahalkan biasanya bawang merah yang ada di pasaran kan masih basah karena baru dipanen.</p>
<p>Dan ini lah penampakannya:</p>
<div id="attachment_782" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/08/p04-08-11_09-08.jpg"><img class="size-medium wp-image-782" title="8 HST" src="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/08/p04-08-11_09-08.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">8 HST</p></div>
<p>Memasuki pekan ke dua atau 15 HST baru ada 3 siung yang tumbuh dari 20 siung bawang yang ditanam. Sebenarnya sudah tumbuh akarnya semua tapi belum tumbuh daunnya /pucuknya.</p>
<div id="attachment_831" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/08/p11-08-11_10-151.jpg"><img class="size-medium wp-image-831" title="15 HST" src="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/08/p11-08-11_10-151.jpg?w=300&#038;h=225" alt="15 HST" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">15 HST</p></div>
<div id="attachment_830" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/08/p11-08-11_10-18.jpg"><img class="size-medium wp-image-830" title="Tanaman Yang Tinggi sudah lebih dari 15 cm" src="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/08/p11-08-11_10-18.jpg?w=300&#038;h=225" alt="Tanaman Yang Tinggi sudah lebih dari 15 cm" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Tanaman Yang Tinggi sudah lebih dari 15 cm</p></div>
<p>Memasuki 21 HST,sudah 13 siung bawang yang sudah tumbuh, ada 1 siung yang busuk,jadi sudah ada 1 siung yang tudak tumbuh</p>
<div id="attachment_844" class="wp-caption aligncenter" style="width: 624px"><a href="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/08/p18-08-11_08-311.jpg"><img class="size-large wp-image-844" title="21 HST mayoritas bawang merah sudah tumbuh" src="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/08/p18-08-11_08-311.jpg?w=614&#038;h=461" alt="21 HST mayoritas bawang merah sudah tumbuh" width="614" height="461" /></a><p class="wp-caption-text">21 HST mayoritas bawang merah sudah tumbuh</p></div>
<p style="text-align:center;">untuk kelanjutannya bisa dibaca <a title="disini" href="http://petanirumahan.wordpress.com/2011/11/09/petani-rumahan-2-menanam-bawang-merah/" target="_blank">di sini</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuabdilbarr.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuabdilbarr.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuabdilbarr.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuabdilbarr.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuabdilbarr.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuabdilbarr.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuabdilbarr.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuabdilbarr.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuabdilbarr.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuabdilbarr.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuabdilbarr.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuabdilbarr.wordpress.com/760/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuabdilbarr.wordpress.com/760/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuabdilbarr.wordpress.com/760/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuabdilbarr.wordpress.com&amp;blog=1151369&amp;post=760&amp;subd=abuabdilbarr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2011/08/01/petani-rumahan-budidaya-bawang-merah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c7427bda1ac8039d4ead088064f10da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuabdilbarr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/08/p11-08-11_10-181.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tanaman Bawang Merah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/08/p28-07-11_13-30.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">28/07/11 = 1 HST</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/08/p28-07-11_13-2911.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">28/07/11 = 1 HST</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/08/p04-08-11_09-08.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">8 HST</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/08/p11-08-11_10-151.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">15 HST</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/08/p11-08-11_10-18.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tanaman Yang Tinggi sudah lebih dari 15 cm</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/08/p18-08-11_08-311.jpg?w=1024" medium="image">
			<media:title type="html">21 HST mayoritas bawang merah sudah tumbuh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>21. MAKANAN-MAKANAN YANG HARAM DALAM ISLAM</title>
		<link>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2011/06/14/makanan-makanan-yang-haram-dalam-islam/</link>
		<comments>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2011/06/14/makanan-makanan-yang-haram-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2011 10:49:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ABU ABDILBARR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan]]></category>
		<category><![CDATA[hukum hewan yang hidup di dua alam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum hewan yang mempunyai taring]]></category>
		<category><![CDATA[hukum jalalah]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[MAKANAN HARAM]]></category>
		<category><![CDATA[MAKANAN HARAM DALAM ISLAM]]></category>
		<category><![CDATA[makanan yang diharamkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuabdilbarr.wordpress.com/?p=733</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Ustadz Abu Ubaidah Al-Atsari Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa makanan mempunyai pengaruh yang dominant bagi diri orang yang memakannya, artinya : makanan yang halal, bersih dan baik akan membentuk jiwa yang suci dan jasmani yang sehat. Sebaliknya, makanan yang haram akan membentuk jiwa yang keji dan hewani. Oleh karena itulah, Islam memerintahkan kepada pemeluknya untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuabdilbarr.wordpress.com&amp;blog=1151369&amp;post=733&amp;subd=abuabdilbarr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Ustadz Abu Ubaidah Al-Atsari</p>
<p>Sebagaimana dimaklumi bersama bahwa makanan mempunyai pengaruh yang dominant bagi diri orang yang memakannya, artinya : makanan yang halal, bersih dan baik akan membentuk jiwa yang suci dan jasmani yang sehat.</p>
<p>Sebaliknya, makanan yang haram akan membentuk jiwa yang keji dan hewani. Oleh karena itulah, Islam memerintahkan kepada pemeluknya untuk memilih makanan yang halal serta menjauhi makanan yang haram.</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Artinya : Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : <strong>“Sesungguhnya Allah baik, tidak menerima kecuali hal-hal yang baik, dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada orang-orang mu’min sebagaimana yang diperintahkan kepada para rasul, Allah berfirman : “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. Dan firmanNya yang lain : “Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu”. Kemudian beliau mencontohkan seorang laki-laki, dia telah menempuh perjalanan jauh, rambutnya kusut serta berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit : “Ya Rabbi ! Ya Rabbi! Sedangkan ia memakan makanan yang haram, dan pakaiannya yang ia pakai dari harta yang haram, dan ia meminum dari minuman yang haram,dan dibesarkan dari hal-hal yang haram, bagaimana mungkin akan diterima do’anya”</strong> [Hadits Riwayat Muslim no. 1015]</p>
<p>Allah juga berfirman. “Artinya : Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk” [Al-A’raf : 157] Makna “ At-Thoyyibaat” bisa berarti lezat/enak, tidak membahayakan, bersih atau halal. [Lihat Fathul Bari (9/518) oleh Ibnu Hajar] Sedangkan makan “Al-Khabaaits” bisa berarti sesuatu yang menjijikan, berbahaya dan haram. Sesuatu yang menjijikan seperti barang-barang najis, kotoran atau hewan-hewan sejenis ulat, kumbang, jangkrik, tikus, tokek/cecak, kalajengking, ular dan sebagainya sebagaimana pendapat Abu Hanifah dan Syafi’i. [Lihat Al-Mughni (13/317) oleh Ibnu Qudamah]. Sesuatu yang membahayakan seperti racun, narkoba dengan aneka jenisnya, rokok dan sebagainya. Adapun makanan haram seperti babi, bangkai dan sebagainya.</p>
<p>KAIDAH PENTING TENTANG MAKANAN</p>
<p><span id="more-733"></span>Sebelum melangkah lebih lanjut, perlu kita tegaskan terlebih dahulu bahwa asal hukum segala jenis makanan baik dari hewan, tumbuhan, laut maupun daratan adalah halal. Allah berfirman. “Artinya : Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi” [Al-Baqarah : 168] Tidak boleh bagi seorang untuk mengharamkan suatu makanan kecuali berlandaskan dalil dari Al-Qur’an dan hadits yang shahih.</p>
<p>Apabila seorang mengharamkan tanpa dalil, maka dia telah membuat kedustaan kepada Allah, Rabb semesta alam. FirmanNya. “Artinya : Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan lebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung” [An-Nahl : 116]</p>
<p>MAKANAN HARAM</p>
<p>Karena asal hukum makanan adalah halal, maka Allah tidak merinci dalam Al-Qur’an satu persatu, demikian juga Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits-haditsnya. Lain halnya dengan makanan haram, Allah telah memerinci secara detail dalam Al-Qur’an atau melalui lisan rasulNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia. Allah berfirman. “Artinya : Sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkanNya atasmu, kecuali apa yang terpaksa kamu memakannya” [Al-An’am : 119] Perincian penjelasan tentang makanan haram, dapat kita temukan dalam surat Al-Maidah ayat 3 sebagai berikut ; “Artinya : Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya” [Al-Maidah : 3] Dari ayat di atas dapat kita ketahui beberapa jenis makanan haram yaitu :</p>
<p>1. BANGKAI</p>
<p>Yaitu hewan yang mati bukan karena disembelih atau diburu. Hukumnya jelas haram dan bahaya yang ditimbulkannya bagi agama dan badan manusia sangat nyata, sebab pada bangkai terdapat darah yang mengendap sehingga sangat berbahaya bagi kesehatan. Bangkai ada beberapa macam sebagai berikut. a). Al-Munkhaniqoh yaitu hewan yang mati karena tercekik baik secara sengaja atau tidak. b). Al-Mauqudhah yaitu hewan yang mati karena dipukul dengan alat/benda keras hingga mati olehnya atau disetrum dengan alat listrik. c). Al-Mutaraddiyah yaitu hewan yang mati karena jatuh dari tempat tinggi atau jatuh ke dalam sumur sehingga mati d). An-Nathihah yaitu hewan yang mati karena ditanduk oleh hewan lainnya [Lihat Tafsir Al-Qur'an Al-Adzim 3/22 oleh Imam Ibnu Katsir] Sekalipun bangkai haram hukumnya tetapi ada yang dikecualikan yaitu bangkai ikan dan belalang berdasarkan hadits. “Artinya : Dari Ibnu Umar berkata: &#8221; Dihalalkan untuk dua bangkai dan dua darah. Adapun dua bangkai yaitu ikan dan belalang, sedang dua darah yaitu hati dan limpa.&#8221; [Shahih. Lihat takhrijnya dalam Al-Furqan hal 27 edisi 4/Th.11] Rasululah juga pernah ditanya tentang air laut, maka beliau bersabda. &#8220;Artinya : Laut itu suci airnya dan halal bangkainya&#8221; [Shahih. Lihat takhrijnya dalam Al-Furqan 26 edisi 3/Th 11] Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani berkata dalam Silsilah As-Shahihah (no. 480): &#8220;Dalam hadits ini terdapat faedah penting yaitu halalnya setiap bangkai hewan laut sekalipun terapung di atas air (laut)? Beliau menjawab: &#8220;Sesungguhnya yang terapung itu termasuk bangkainya sedangkan Rasulullah bersabda: &#8220;Laut itu suci airnya dan halal bangkainya&#8221; [Hadits Riwayat Daraqutni : 538] Adapun hadits tentang larangan memakan sesuatu yang terapung di atas laut tidaklah shahih. [Lihat pula Al-Muhalla (6/60-65) oleh Ibnu Hazm dan Syarh Shahih Muslim (13/76) oleh An-Nawawi]</p>
<p>2. DARAH</p>
<p>Yaitu darah yang mengalir sebagaimana dijelaskan dalam ayat lainnya : &#8220;Artinya : Atau darah yang mengalir&#8221; [Al-An'Am : 145] Demikianlah dikatakan oleh Ibnu Abbas dan Sa&#8217;id bin Jubair. Diceritakan bahwa orang-orang jahiliyyah dahulu apabila seorang diantara mereka merasa lapar, maka dia mengambil sebilah alat tajam yang terbuat dari tulang atau sejenisnya, lalu digunakan untuk memotong unta atau hewan yang kemudian darah yang keluar dikumpulkan dan dibuat makanan/minuman. Oleh karena itulah, Allah mengharamkan darah pada umat ini. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir 3/23-24] Sekalipun darah adalah haram, tetapi ada pengecualian yaitu hati dan limpa berdasarkan hadits Ibnu Umar di atas tadi. Demikian pula sisa-sisa darah yang menempel pada daging atau leher setelah disembelih. Semuanya itu hukumnya halal. Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah mengatakan: &#8221; Pendapat yang benar, bahwa darah yang diharamkan oleh Allah adalah darah yang mengalir. Adapun sisa darah yang menempel pada daging, maka tidak ada satupun dari kalangan ulama&#8217; yang mengharamkannya&#8221;. [Dinukil dari Al-Mulakhas Al-Fiqhi 2/461 oleh Syaikh Dr. Shahih Al-Fauzan]</p>
<p>3. DAGING BABI</p>
<p>Babi, baik peliharaan maupun liar, jantan maupun betina. Dan mencakup seluruh anggota tubuh babi sekalipun minyaknya. Tentang keharamannya, telah ditandaskan dalam al-Qur&#8217;an, hadits dan ijma&#8217; ulama. Hikmah pengharamannya karena babi adalah hewan yang sangat menjijikan dangan mengandung penyakit yang sangat berbahaya. Oleh karena itu,makanan kesukaan hewan ini adalah barang-barang yang najis dan kotor. Daging babi sangat berbahaya dalam setiap iklim, lebih-lebih pada iklim panas sebagaimana terbukti dalam percobaan. Makan daging babi dapat menyebabkan timbulnya satu virus tunggal yang dapat mematikan. Penelitian telah menyibak bahwa babi mempunyai pengaruh dan dampak negatif dalam masalah iffah (kehormatan) dan kecemburuan sebagaimana kenyataan penduduk negeri yang biasa makan babi. Ilmu modern juga telah menyingkap akan adanya penyakit ganas yang sulit pengobatannya bagi pemakan daging babi. [Dari penjelasan Syaikh Abdul Aziz bin Baz sebagaimana dalam Fatawa Islamiyyah 3/394-395]</p>
<p>4. SEMBELIHAN UNTUK SELAIN ALLAH</p>
<p>Yakni setiap hewan yang disembelih dengan selain nama Allah hukumnya haram, karena Allah mewajibkan agar setiap makhlukNya disembelih dengan nama-Nya yang mulia. Oleh karenanya, apabila seorang tidak mengindahkan hal itu bahkan menyebut nama selain Allah baik patung, taghut, berhala dan lain sebagainya , maka hukum sembelihan tersebut adalah haram dengan kesepakatan ulama.</p>
<p>5. HEWAN YANG DITERKAM BINATANG BUAS</p>
<p>Yakni hewan yang diterkam oleh harimau, serigala atau anjing lalu dimakan sebagiannya kemudia mati karenanya, maka hukumnya adalah haram sekalipun darahnya mengalir dan bagian lehernya yang kena. Semua itu hukumnya haram dengan kesepakatan ulama. Orang-orang jahiliyah dulu biasa memakan hewan yang diterkam oleh binatang buas baik kambing, unta, sapi dan lain sebagainya, maka Allah mengharamkan hal itu bagi kaum mukminin. Al-Mauqudhah, Al-Munkhaniqoh, Al-Mutaraddiyah, An-Nathihah dan hewan yang diterkam binatang buas apabila dijumpai masih hidup (bernyawa) seperti kalau tangan dan kakinya masih bergerak atau masih bernafas kemudian disembelih secara syar&#8217;i, maka hewan tersebut adalah halal karena telah disembelih secara halal.</p>
<p>6. BINATANG BUAS BERTARING</p>
<p>Hal ini berdasarkan hadits : &#8220;Artinya : Dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: &#8220;Setiap binatang buas yang bertaring adalah haram dimakan&#8221; [Hadits Riwayat. Muslim no. 1933] Perlu diketahui bahwa hadits ini mutawatir sebagaimana ditegaskan Imam Ibnu Abdil Barr dalam At-Tamhid (1/125) dan Ibnu Qoyyim Al-Jauziyah dalam I&#8217;lamul Muwaqqi&#8217;in (2/118-119). Maksudnya &#8220;dziinaab&#8221; yakni binatang yang memiliki taring atau kuku tajam untuk melawan manusia seperti serigala, singa, anjing, macan tutul, harimau, beruang, kera dan sejenisnya. Semua itu haram dimakan&#8221;. [Lihat Syarh Sunnah (11/234) oleh Imam Al-Baghawi] Hadits ini secara jelas menunjukkan haramnya memakan binatang buas yang bertaring bukan hanya makruh saja. Pendapat yang menyatakan makruh saja adalah pendapat yang salah. [Lihat At-Tamhid (1/111) oleh Ibnu Abdil Barr, I'lamul Muwaqqi'in (4-356) oleh Ibnu Qayyim dan As-Shahihah no. 476 oleh Al-Albani] Imam Ibnu Abdil Barr juga mengatakan dalam At-Tamhid (1/127): &#8220;Saya tidak mengetahui persilangan pendapat di kalangan ulama kaum muslimin bahwa kera tidak boleh dimakan dan tidak boleh dijual karena tidak ada manfaatnya. Dan kami tidak mengetahui seorang ulama pun yang membolehkan untuk memakannya. Demikian pula anjing, gajah dan seluruh binatang buas yang bertaring. Semuanya sama saja bagiku (keharamannya). Dan hujjah adalah sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bukan pendapat orang&#8230;.&#8221;. Para ulama berselisih pendapat tentang musang. Apakah termasuk binatang buas yang haram ataukah tidak ? Pendapat yang rajih bahwa musang adalah halal sebagaimana pendapat Imam Ahmad dan Syafi&#8217;i berdasarkan hadits. &#8220;Artinya : Dari Ibnu Abi Ammar berkata: Aku pernah bertanya kepada Jabir tentang musang, apakah ia termasuk hewan buruan ? Jawabnya: &#8220;Ya&#8221;. Lalu aku bertanya: apakah boleh dimakan ? Beliau menjawab: Ya. Aku bertanya lagi: Apakah engkau mendengarnya dari Rasulullah ? Jawabnya: Ya. [Shahih. Hadits Riwayat Abu Daud (3801), Tirmidzi (851), Nasa'i (5/191) dan dishahihkan Bukhari, Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, Al-Hakim, Al- Baihaqi, Ibnu Qoyyim serta Ibnu Hajar dalam At-Talkhis Habir (1/1507)] Lantas apakah hadits Jabir ini bertentangan dengan hadits larangan di atas? ! Imam Ibnu Qoyyim menjelaskan dalam I&#8217;lamul Muwaqqi&#8217;in (2/120) bahwa tidak ada kontradiksi antara dua hadits di atas. Sebab musang tidaklah termasuk kategori binatang buas, baik ditinjau dari segi bahasa maupun segi urf (kebiasaan) manusia. Penjelasan ini disetujui oleh Al-Allamah Al-Mubarakfuri dalam Tuhfatul Ahwadzi (5/411) dan Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albani dalam At-Ta&#8217;liqat Ar-Radhiyyah (3-28)</p>
<p>7. BURUNG YANG BERKUKU TAJAM</p>
<p>Hal ini berdasarkan hadits. &#8220;Artinya : Dari Ibnu Abbas berkata: &#8220;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari setiap hewan buas yang bertaring dan berkuku tajam&#8221; [Hadits Riwayat Muslim no. 1934] Imam Al-Baghawi berkata dalam Syarh Sunnah (11/234) &#8220;Demikian juga setiap burung yang berkuku tajam seperti burung garuda, elang dan sejenisnya&#8221;. Imam Nawawi berkata dalam Syarh Shahih Muslim 13/72-73: &#8220;Dalam hadits ini terdapat dalil bagi madzab Syafi&#8217;i, Abu Hanifah, Ahmad, Daud dan mayoritas ulama tentang haramnya memakan binatang buas yang bertaring dan burung yang berkuku tajam.&#8221;</p>
<p>8. KHIMAR AHLIYYAH (KELEDAI JINAK)</p>
<p>Hal ini berdasarkan hadits &#8220;Artinya : Dari Jabir berkata: &#8220;Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam melarang pada perang khaibar dari (makan) daging khimar dan memperbolehkan daging kuda&#8221;. [Hadits Riwayat Bukhori no. 4219 dan Muslim no. 1941] Dalam riwayat lain disebutkan begini. &#8220;Artinya : Pada perang Khaibar, mereka meneyembelih kuda, bighal dan khimar. Lalu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam melarang dari bighal dan khimar dan tidak melarang dari kuda&#8221; [Shahih. HR Abu Daud (3789), Nasa'i (7/201), Ahmad (3/356), Ibnu Hibban (5272), Baihaqi (9/327), Daraqutni (4/288-289) dan Al-Baghawi dalam Syarhu Sunnah no. 2811] Dalam hadits di atas terdapat dua masalah : Pertama : Haramnya keledai jinak. Ini merupakan pendapat jumhur ulama dari kalangan sahabat, tabi&#8217;in dan ulama setelah mereka berdasarkan hadits-hadits shahih dan jelas seperti di atas. Adapaun keledai liar, maka hukumnya halal dengan kesepakatan ulama. [Lihat Sailul Jarrar (4/99) oleh Imam Syaukani] Kedua : Halalnya daging kuda. Ini merupakan pendapat Zaid bin Ali, Syafi&#8217;i, Ahmad, Ishaq bin Rahawaih dan mayoritass ulama salaf berdasarkan hadits-hadits shahih dan jelas di atas. Ibnu Abi Syaiban meriwayatkan dengan sanadnya yang sesuai syarat Bukhari Muslim dari Atha&#8217; bahwa beliau berkata kepada Ibnu Juraij: &#8221; Salafmu biasa memakannya (daging kuda)&#8221;. Ibnu Juraij berkata: &#8220;Apakah sahabat Rasulullah ? Jawabnya : Ya. (Lihat Subulus Salam (4/146-147) oleh Imam As-Shan&#8217;ani]</p>
<p>9. AL-JALLALAH</p>
<p>Hal ini berdasarkan hadits. &#8220;Artinya : Dari Ibnu Umar berkata: Rasulullah melarang dari jalalah unta untuk dinaiki&#8221;. [Hadits Riwayat. Abu Daud no. 2558 dengan sanad shahih] Dalam riwayat lain disebutkan: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari memakan jallalah dan susunya.&#8221; [Hadits Riwayat. Abu Daud : 3785, Tirmidzi: 1823 dan Ibnu Majah: 3189] Dari Amr bin Syu&#8217;aib dari ayahnya dari kakeknya berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari keledai jinak dan jalalah, menaiki dan memakan dagingnya &#8221; [Hadits Riwayat Ahmad (2/219) dan dihasankan Al-Hafidz dalam Fathul Bari 9/648] Maksud Al-Jalalah yaitu setiap hewan baik hewan berkaki empat maupun berkaki dua yang makanan pokoknya adalah kotoran-kotoran seperti kotoran manusia/hewan dan sejenisnya. (Fahul Bari 9/648). Ibnu Abi Syaiban dalam Al-Mushannaf (5/147/24598) meriwayatkan dari Ibnu Umar bahwa beliau mengurung ayam yang makan kotoran selama tiga hari. [Sanadnya shahih sebagaimana dikatakan Al-Hafidz dalam Fathul Bari 9/648] Al-Baghawi dalam Syarh Sunnah (11/254) juga berkata: &#8220;Kemudian menghukumi suatu hewan yang memakan kotoran sebagai jalalah perlu diteliti. Apabila hewan tersebut memakan kotoran hanya bersifat kadang-kadang, maka ini tidak termasuk kategori jalalah dan tidak haram dimakan seperti ayam dan sejenisnya&#8230;&#8221; Hukum jalalah adalah haram dimakan sebagaimana pendapat mayoritas Syafi&#8217;iyyah dan Hanabilah. Pendapat ini juga ditegaskan oleh Ibnu Daqiq Al-&#8217;Ied dari para fuqaha&#8217; serta dishahihkan oleh Abu Ishaq Al-Marwazi, Al-Qoffal, Al-Juwaini, Al-Baghawi dan Al-Ghozali. [Lihat Fathul Bari (9/648)] Sebab diharamkannya jalalah adalah perubahan bau dan rasa daging dan susunya. Apabila pengaruh kotoran pada daging hewan yang membuat keharamannya itu hilang, maka tidak lagi haram hukumnya, bahkan hukumnya hahal secara yakin dan tidak ada batas waktu tertentu. Al-Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan (9/648): &#8220;Ukuran waktu boelhnya memakan hewan jalalah yaitu apabila bau kotoran pada hewan tersebut hilang dengan diganti oleh sesuatu yang suci menurut pendapat yang benar.&#8221;. Pendapat ini dikuatkan oleh imam Syaukani dalam Nailul Authar (7/464) dan Al-Albani dan At-Ta&#8217;liqat Ar- Radhiyyah (3/32). 10. AD-DHAB (HEWAN SEJENIS BIAWAK) BAGI YANG MERASA JIJIK DARINYA Berdasarkan hadits . &#8220;Artinya : Dari Abdur Rahman bin Syibl berkata: Rasulullah melarang dari makan dhab (hewan sejenis biawak). [Hasan. HR Abu Daud (3796), Al-Fasawi dalam Al-Ma'rifah wa Tarikh (2/318), Baihaqi (9/326) dan dihasankan Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam FathulBari (9/665) serta disetujui oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no. 2390)] Benar terdapat beberapa hadits yang banyak sekali dalam Bukhari Muslim dan selainnya yang menjelaskan bolehnya makan dhab baik secara tegas berupa sabda Nabi maupun taqrir (persetujuan Nabi). Diantaranya , Hadits Abdullah bin Umar secara marfu&#8217; (sampai pada nabi). “Artinya : Dhab, saya tidak memakannya dan saya juga tidak mengharamkannya.&#8221; [Hadits Riwayat Bukhari no.5536 dan Muslim no. 1943] Demikian pula hadits Ibnu Abbas dari Khalid bin Walid bahwa beliau pernah masuk bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ke rumah Maimunah. Di sana telah dihidangkan dhab panggang. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkehendak untuk mengambilnya. Sebagian wanita berkata : Khabarkanlah pada Rasulullah tentang daging yang hendak beliau makan !, lalu merekapun berkata : Wahai Rasulullah, ini adalah daging dhab. Serta merta Rasulullah mengangkat tangannya. Aku bertanya : Apakah daging ini haram hai Rasulullah? Beliau menjawab : “Tidak, tetapi hewan ini tidak ada di kampung kaumku sehingga akupun merasa tidak enak memakannya. Khalid berkata : Lantas aku mengambil dan memakannya sedangkan Rasulullah melihat. [Hadits Riwayat Bukhari no. 5537 dan Muslim no. 1946] Dua hadit ini serta banyak lagi lainnya –sekalipun lebih shahih dan lebih jelas- tidak bertentangan dengan hadits Abdur Rahman bin Syibl di atas atau melazimkan lemahnya, karena masih dapat dikompromikan diantara keduanya.Al-Hafidz Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (9/666) menyatukannya bahwa larangan dalam hadits Abdur Rahman Syibl tadi menunjukkan makruh bagi orang yang merasa jijik untuk memakan dhab. Adapun hadits-hadits yang menjelaskan bolehnya dhab, maka ini bagi mereka yang tidak merasa jijik untuk memakannya. Dengan demikian, maka tidak melazimkan bahwa dhab hukumnya makruh secara mutlak. [Lihat pula As-Shahihah (5/506) oleh Al-Albani dan Al-Mausu’ah Al-Manahi As-Syar’iyyah (3/118) oleh Syaikh Salim Al-Hilali]</p>
<p>11. HEWAN YANG DIPERINTAHKAN AGAMA SUPAYA DIBUNUH</p>
<p>&#8220;Dari Aisyah berkata: Rasulullah bersabda: Lima hewan fasik yang hendaknya dibunuh, baik di tanah halal maupun haram yaitu ular, tikus, anjing hitam.&#8221; [Hadits Riwayat Muslim no. 1198 dan Bukhari no. 1829 dengan lafadz "kalajengking: gantinya "ular"] Imam ibnu Hazm mengatakan dalam Al-Muhalla (6/73-74): &#8220;Setiap binatang yang diperintahkan oleh Rasulullah supaya dibunuh maka tidak ada sembelihan baginya, karena Rasulullah melarang dari menyia-nyiakan harta dan tidak halal membunuh binatang yang dimakan&#8221; [Lihat pula Al-Mughni (13/323) oleh Ibnu Qudamah dan Al-Majmu' Syarh Muhadzab (9/23) oleh Nawawi] &#8220;Artinya : Dari Ummu Syarik berkata bahwa Nabi memerintahkan supaya membunuh tokek/cecak&#8221; [Hadits Riwayat. Bukhari no. 3359 dan Muslim 2237). Imam Ibnu Abdil Barr berkata dalam At-Tamhid (6/129) : "Tokek/cecak telah disepakati keharaman memakannya".</p>
<p>12. HEWAN YANG DILARANG UNTUK DIBUNUH</p>
<p>"Dari Ibnu Abbas berkata: Rasulullah melarang membunuh 4 hewan : semut, tawon, burung hud-hud dan burung surad " [Hadits Riwayat Ahmad (1/332,347), Abu Daud (5267), Ibnu Majah (3224), Ibnu Hibban (7/463) dan dishahihkan Baihaqi dan Ibnu Hajar dalam At-Talkhis 4/916] Imam syafi&#8217;i dan para sahabatnya mengatakan: &#8220;Setiap hewan yang dilarang dibunuh berarti tidak boleh dimakan, karena seandainya boleh dimakan, tentu tidak akan dilarang membunuhnya.&#8221; [Lihat Al-Majmu' (9/23) oleh Nawawi] Haramnya hewan-hewan di atas merupakan pendapat mayoritas ahli ilmu sekalipun ada perselisihan di dalamnya kecuali semut, nampaknya disepakati keharamannya. [Lihat Subul Salam 4/156, Nailul Authar 8/465-468, Faaidhul Qadir 6/414 oleh Al-Munawi] &#8220;Artinya : Dari Abdur Rahman bin Utsman Al-Qurasyi bahwasanya seorang tabib pernah bertanya kepada Rasulullah tentang kodok/katak dijadikan obat, lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang membunuhnya” [Hadits Riwayat Ahmad (3/453), Abu Daud (5269), Nasa'i (4355), Al-Hakim (4/410-411), Baihaqi (9/258,318) dan dishahihkan Ibnu Hajar dan Al-Albani] Haramnya katak secara mutlak merupakan pendapat Imam Ahmad dan beberapa ulama lainnya serta pendapat yang shahih dari madzab Syafi&#8217;i. Al-Abdari menukil dari Abu Bakar As-Shidiq, Umar, Utsman dan Ibnu Abbas bahwa seluruh bangkai laut hukumnya halal kecuali katak. [Lihat pula Al-Majmu' (9/35), Al-Mughni (13/345), Adhwaul Bayan (1/59) oleh Syaikh As-Syanqithi, Aunul Ma'bud (14/121) oleh Adzim Abadi dan Taudhihul Ahkam (6/26) oleh Al-Bassam]</p>
<p>13. BINATANG YANG HIDUP DI DUA ALAM</p>
<p>Sebagai penutup pembahasan ini, ada sebuah pertanyaan : “Adakah ayat Qur’an atau Hadits shahih yang menyatakan bahwa binatang yang hidup di dua alam haram hukum memakannya seperti kepiting, kura-kura, anjing laut dan kodok?”. Jawab secara umum : Perlu kita ingat lagi kaidah penting tentang makanan yaitu asal segala jenis makanan adalah halal kecuali apabila ada dalil yang mengharamkannya. Dan sepanjang pengetahuan kami tiddak ada dalil dari Al-Qur&#8217;an dan hadits yang shahih yang menjelaskan tentang haramnya hewan yang hidup di dua alam (laut dan darat). Dengan demikian binatang yang hidup di dua alam dasar hukumnya &#8220;asal hukumnya adalah halal kecuali ada dalil yangmengharamkannya. [Lihat pula “Soal jawab” Juz. 2 hal. 658 oleh Ustadz A Hassan dkk] Adapun jawaban secara terperinci : Kepiting &#8211; hukumnya halal sebagaimana pendapat Atha&#8217; dan Imam Ahmad. [Lihat Al-Mughni 13/344 oleh Ibnu Qudamah dan Al-Muhalla 6/84 oleh Ibnu Hazm] Kura-kura dan Penyu &#8211; juga halal sebagaimana madzab Abu Hurairah, Thawus, Muhammad bin Ali, Atha&#8217;, Hasan Al-Bashri dan fuqaha&#8217; Madinah. [Lihat Al-Mushannaf (5/146) Ibnu Abi Syaibah dan Al-Muhalla (6/84] Anjing laut &#8211; juga halal sebagaimana pendapat Imam Malik, Syafi&#8217;i, Laits, Sya&#8217;bi dan Al-Auza&#8217;i [Lihat Al-Mughni 13/346] Katak/kodok &#8211; hukumnya haram secara mutlak menurut pendapat yang rajih karena termasuk hewan yang dilarang dibunuh sebagaimana penjelasan di atas. Wallahu A’lam Demikianlah pembahasan yang dapat kami sampaikan. Apabila benar, maka itu dari Allah dan apabila salah, maka hal itu karena kemiskinan penulis dari perbendaharaan ilmu yang mulia ini dan penulis menerima nasehat dan kritik pembaca semua. [Disalin dari majalah Al Furqon, Edisi : 12 Tahun II/Rojab 1424. Penerbit Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon, Alamat : Maktabah Ma’had Al-Furqon, Srowo Sidayu Gresik Jatim]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuabdilbarr.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuabdilbarr.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuabdilbarr.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuabdilbarr.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuabdilbarr.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuabdilbarr.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuabdilbarr.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuabdilbarr.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuabdilbarr.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuabdilbarr.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuabdilbarr.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuabdilbarr.wordpress.com/733/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuabdilbarr.wordpress.com/733/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuabdilbarr.wordpress.com/733/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuabdilbarr.wordpress.com&amp;blog=1151369&amp;post=733&amp;subd=abuabdilbarr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2011/06/14/makanan-makanan-yang-haram-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c7427bda1ac8039d4ead088064f10da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuabdilbarr</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>07. BIDARA (SIDR) :POHON YANG MEMPUNYAI KEHORMATAN/KEMULIAN</title>
		<link>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2011/05/14/bidara-sidr-pohon-yang-mempunyai-kehormatankemulian/</link>
		<comments>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2011/05/14/bidara-sidr-pohon-yang-mempunyai-kehormatankemulian/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 May 2011 04:15:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ABU ABDILBARR</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanaman Dan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[bidara]]></category>
		<category><![CDATA[daun bidara]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[isra mi'raj]]></category>
		<category><![CDATA[pengobatan nabi]]></category>
		<category><![CDATA[pohon bidara]]></category>
		<category><![CDATA[sihir]]></category>
		<category><![CDATA[Tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman alqur'an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuabdilbarr.wordpress.com/?p=709</guid>
		<description><![CDATA[Alloh aza wa jalla telah memuliakan beberapa tempat atas tempat-tempat lainnya, sebagaimana Alloh azza wa jalla telah memuliakan Kota Mekkah dan Madinah lebih mulia daripada tempat-tempat lain di muka bumi ini. Alloh azza wa jalla telah memuliakan sebagian individu  atas individu-individu yang lainnya, sebagaimana memuliakan sebagian nabi atas sebagian yang lainnya. Dan dijadikan untuk sebagian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuabdilbarr.wordpress.com&amp;blog=1151369&amp;post=709&amp;subd=abuabdilbarr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/05/sidr1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-712" title="sidr1" src="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/05/sidr1.jpg?w=600" alt=""   /></a>Alloh aza wa jalla telah memuliakan beberapa tempat atas tempat-tempat lainnya, sebagaimana Alloh azza wa jalla telah memuliakan Kota Mekkah dan Madinah lebih mulia daripada tempat-tempat lain di muka bumi ini.</p>
<p>Alloh azza wa jalla telah memuliakan sebagian individu  atas individu-individu yang lainnya, sebagaimana memuliakan sebagian nabi atas sebagian yang lainnya.</p>
<p>Dan dijadikan untuk sebagian makhluk kemuliaan atas makhluk-makhluk lainnya.</p>
<p>Termasuk apa yang diharamkan karena merupakan pohon adalah pohon bidara.</p>
<p>Rosululloh <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<p align="right">: قاطع السدر يُصوّب الله رأسه في النار</p>
<p>”Pemotong pohon bidara Alloh akan menunjuk  kepalanya di neraka.</p>
<p>HR Al-Baihaki di dalam <em>As-sunan Al-kubro</em>, dan Syaikh al-Albani <em>rohimahulloh</em> menshohihkannya dalam <em>Shohihul Jami’<span id="more-709"></span></em></p>
<p><strong><a href="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/05/buah-sidr.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-713" title="buah sidr" src="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/05/buah-sidr.jpg?w=99&#038;h=150" alt="" width="99" height="150" /></a>Pohon bidara terdapat dalam Al-Qur’an di banyak tempat, di antaranya</strong></p>
<ol>
<li>Dalam Surat An-Najm yang menceritakan kisah Mi’roj nya Nabi <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em>, beliau melihat Malaikat Jibril dalam bentuk aslinya dimana Jibril mempunyai 600 sayap.</li>
</ol>
<p>Alloh <em>azza wa jalla</em> berfirman:</p>
<p>( أَفَتُمَارُونَهُ عَلَى مَا يَرَى * وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى * عِندَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى * عِندَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى * إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى * مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى * لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى )</p>
<p><em>“Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain.  (yaitu) di Sidratil Muntaha</em><em> . </em><em>Di dekatnya ada syurga tempat tinggal, . (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar”. </em> (QS. An-Najm : 13-15)</p>
<p>Imam Al-Bukhori dan Muslim telah meriwayatkan dari hadits Anas <em>rodhiyallohu ‘anhu</em> dari Rosululloh <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam </em>dalam kisah Isro’ dan Mi’roj, Beliau bersabda: ”kemudian Jibril membawaku sampai di Sidrotul Muntaha, yang sedang diliputi sesuatu yang saya tidak mengetahuinya”. Dia berkata: “kemudian memasuki surga dan melihat didalamnya kubah-kubah yang terbuat dari mutiara dan tanahnya kasturi”.</p>
<p>Dalam riwayat lainnya: “Diperlihatkan kepadaku Sidrotul Muntaha , buahnya seperti tempayan besar, daunnya seperti telinga gajah, dan di pangkalnya ada 4 sungai: dua sungai bathin, dua sungai dhohir, maka aku bertanya kepada Jibril, maka dia menjawab: adapun dua sungai yang bathin di surga dan dua sungai yang dhohir adalah sungai Nil dan sungai Eufrat.</p>
<ol>
<li>Dalam Surat Al-Waqi’ah tentang kelompok kanan dari penghuni surga berada di bawah pohon bidara yang tidak berduri.</li>
</ol>
<p>Alloh azza wa jalla berfirman:</p>
<p>( وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ * فِي سِدْرٍ مَّخْضُودٍ * وَطَلْحٍ مَّنضُودٍ * وَظِلٍّ مَّمْدُودٍ * وَمَاء مَّسْكُوبٍ * وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ )</p>
<p><em>“Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu. Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya), dan naungan yang terbentang luas,dan air yang tercurah, dan buah-buahan yang banyak,”</em><strong>QS. al-Waqi’ah (56) : 27-32</strong></p>
<p>Dalam tafsir disebutkan pohon bidara yang dimaksud adalah yang telah dihilangkan durinya ataupun  buahnya yang lebat, demikian pendapat Ibnu Abbas <em>rodhiyallohu ‘anhuma.</em></p>
<p>Berkata Ibnu Katsir <em>rohimahulloh </em>setelah menukil beberapa pendapat (tentang pohon bidara dalam ayat tersebut): Dhohirnya yang dimaksud adalah pohon bidara di dunia banyak durinya dan sedikit buahnya, adapun di akhirat kebalikannya, tidak ada durinya dan buahnya banyak.</p>
<ol>
<li>Dalam Surat Saba ketika mengabarkan tentang kisah  Negeri Saba</li>
</ol>
<p>Alloh <em>subhanahu wa ta’alla</em> berfirman:</p>
<p>( فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُم بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَى أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِّن سِدْرٍ قَلِيلٍ )</p>
<p>Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Bidara (QS. Saba :16)</p>
<p><strong><a href="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/05/daun-sidr.jpg"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-714" title="daun sidr" src="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/05/daun-sidr.jpg?w=150&#038;h=119" alt="" width="150" height="119" /></a>Pohon bidara mempunyai manfaat dan kegunaan,diantaranya:</strong></p>
<ol>
<li>Daun Bidara digunakan  memandikan Jenazah</li>
</ol>
<p>Daun bidara dapat membersihkan kotoran, oleh karena itu Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam berkata kepada para wanita yang sedang memandikan jenazah putrid  beliau zainab <em>“Mandikanlah dia dengan basuhan ganjil, tiga, lima, atau lebih dari itu kalau kalian pandang perlu. Mandikan jenazahnya dengan air dicampur daun bidara, dan basuhan yang terakhir dicampur dengan sedikit kapur barus.</em><em>”</em> (HR. Al-Bukhori dan Muslim).</p>
<p>Juga sabda Nabi <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em> tentang seseorang yang berihrom kemudian meninggal karena terlempar oleh untanya sendiri:<em>”Mandikanlah dia dengan air dan daun bidara”</em>(HR Bukhori dan Muslim).</p>
<ol>
<li>Daun bidara dignakan untuk Pengobatan Penyakit Sihir dan Guna-guna.</li>
</ol>
<p>Daun bidara juga bemanfaat-dengan izin Alloh tentunya- untuk pengobatan gangguan sihir, ‘ain (mata jahat) dan suami yang tercegah dari menggauli istrinya, oleh karena itu para ulama menjelaskan caranya adalah ambil tujuh helai daun bidara yang bagus, kemudian bacakan doa dan ruqyah, tumbuk dan campurkan ke dalam air kemudian air digunakan untuk mandi dan minum si sakit.</p>
<ol>
<li>Dan termasuk dari faidah Tanaman Bidara sebagaimana disebutkan oleh Ibnul Qoyyim rohimahulloh diantaranya: Buahnya bisa dimakan, mengobati diare, obat untuk penyakit perut, memperkuat fungsi hati dan empedu, meningkatkan nafsu makan, dll.</li>
</ol>
<p>Sumber: <a href="http://www.saaid.net/Doat/assuhaim/187.htm">http://www.saaid.net/Doat/assuhaim/187.htm</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuabdilbarr.wordpress.com/709/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuabdilbarr.wordpress.com/709/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuabdilbarr.wordpress.com/709/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuabdilbarr.wordpress.com/709/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/abuabdilbarr.wordpress.com/709/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/abuabdilbarr.wordpress.com/709/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/abuabdilbarr.wordpress.com/709/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/abuabdilbarr.wordpress.com/709/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuabdilbarr.wordpress.com/709/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuabdilbarr.wordpress.com/709/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuabdilbarr.wordpress.com/709/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuabdilbarr.wordpress.com/709/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuabdilbarr.wordpress.com/709/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuabdilbarr.wordpress.com/709/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuabdilbarr.wordpress.com&amp;blog=1151369&amp;post=709&amp;subd=abuabdilbarr&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuabdilbarr.wordpress.com/2011/05/14/bidara-sidr-pohon-yang-mempunyai-kehormatankemulian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/8c7427bda1ac8039d4ead088064f10da?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuabdilbarr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/05/sidr1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">sidr1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/05/buah-sidr.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">buah sidr</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abuabdilbarr.files.wordpress.com/2011/05/daun-sidr.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">daun sidr</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
