Skip to content

18. PETANI MERUPAKAN MERUPAKAN PROFESI TERBAIK DAN UTAMA

7 Desember 2007

bertani

Di zaman sekarang kita dihadapkan pada banyaknya jenis dan macam pekerjaan. Pekerjaan atau mata pancaharian seseorang kian bertambah banyak sesuai dengan bertambahnya penduduk dan semakin khususnya keahlian seseorang.

Namun sebenarnya pada asalnya hanya ada tiga profesi sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Mawardi. Dia berkata: “Pokok matapancaharian tersebut adalah bercocok tanam (pertanian), perdagangan dan pembuatan suatu barang (industri)”.

Para ulama berselisih tentang manakah yang paling baik dari ketiga profesi tersebut. Madzhab As-Syafi’i berpendapat bahwa pertanian adalah yang paling baik. Sedangkan Imam Al-Mawardi dan Imam An-Nawawi berpendapat bercocok tanam lah yang paling baik karena beberapa alasan:

Pertama: Bercocok tanam adalah merupakan hasil usaha tangan sendiri. Dalam Shohih Al-Bukhori dari Miqdam bin Ma’dikariba rodhiyallohu’anhu dari Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, Beliau bersabda:

مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ وَأَنَّ نَبِىَ اللهِ دَاوُدَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْكُلُ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ

“Tidaklah seorang memakan makanan yang lebih baik dari orang yang memakan dari hasil usaha tangannya, dan adalah Nabi Dawud ‘alaihi salam makan dari hasil tangannya sendiri”.

Dan yang benar adalah apa yang di-nash-kan oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam yaitu hasil tangannya sendiri. Maka bercocok tanam adalah profesi terbaik dan paling utama karena merupakan hasil pekerjaan tangan sendiri.

Kedua: Bercocok tanam memberikan manfaat yang umum bagi kaum muslimin bahkan binatang. Karena secara adat manusia dan binatang haruslah makan, dan makanan tersebut tidaklah diperoleh melainkan dari hasil tanaman dan tumbuhan.

Dan telah shohih dari Jabir rodhiyallohu ‘anhu dia berkata: telah bersabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْسًا إِلاَّ كَانَ مَا أُكِلَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً وَ مَا سُرِقَ مِنْهُ لَهُ صَدَقَةً وَ مَا أَكَلَتِ الطَّيْرُ فَهُوَ لَهُ صَدَقَةً وَ لاَ يَرْزَؤُهُ أَحَدٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةً

“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman melainkan apa yang dimakan dari tanaman tersebut bagi penanamnya menjadi sedekah, apa yang dicuri dari tanamannya tersebut bagi penanamnya menjadi sedekah, dan tidaklah seseorang merampas tanamannya melainkan bagi penanamnya menjadi sedekah”. (Hadits Riwayat Imam Muslim dalam kitab Shohih-nya)

Dalam riwayat Imam Muslim yang lain disebutkan

فَلاَ يَغْرِسُ الْمُسْلِمُ غَرْسًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ إِنْسَانٌ وَلاَ دَابَّةٌ وَلاَ طَيْرٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman kemudian memakan tanaman itu manusia, binatang, dan burung melainkan bagi penanamnya menjadi sedekah hingga hari kiamat”.

Dalam riwayat yang lainnya disebutkan:

لاَ يَغْرِسُ مُسْلِمٌ غَرْسًا وَلاَ يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلُ مِنْهُ اِنْسَانٌ وَلاَ دَابَّةٌ وَلاَ شَيْءٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةً

“Tidaklah seorang muslim menanam tanaman dan pohon kemudian dimakan oleh manusia, hewan atau pun oleh sesuatu melainkan bagi penanamnya menjadi sedekah” (Hadits riwayat Imam Bukhori dan Muslim dari sahabat Anas bin Malik)

Ketiga: bercocok tanam lebih dekat dengan tawakkal. Ketika seseorang menanam tanaman maka sesungguhnya dia tidaklah berkuasa atas sebiji benih yang dia semaikan untuk tumbuh, dia juga tidak berkuasa untuk menumbuhkan dan mengembangkan menjadi tanaman, tidak lah dia berkuasa membungakan dan membuahkan tanaman tersebut. Tumbuhnya biji, pertumbuhan tanaman, munculnya bunga dan buah, pematangan hasil tanaman semua berada pada kekuasaan Alloh. Dari sinilah nampak nilai tawakkal dari seorang yang bercocok tanam.

Sedangkan Abu Yahya Zakariya Al-Anshori As-Syafii menambahkan: “Seutama-utama matapancaharian adalah bercocok tanam karena lebih dekat dengan sikap tawakkal, bercocok tanam juga memberikan manfaat yang umum bagi semua makhluk, dan secara umum manusia butuh pada hasil pertanian. Berkata Az-Zarkasyi, bahwa semua orang memperhatikan makanan karena tidak ada yang tidak butuh kepada hasil bercocok tanam (makan) dan tidaklah kehidupan tegak tanpa adanya makanan.

Sumber Referensi:

– Kitab Syarhu Al-Muhadzdzab Juz 9 karangan Imam An-Nawawi*

– Kitab Asnal Matholib juz 7 Karangan Abu Yahya Zakariya Al-Anshori As-Syafii*

* Kedua sumber tersebut diambil dari CD Maktabah Syamilah

10 Komentar leave one →
  1. agus16 permalink
    19 Desember 2007 6:56 am

    Wah sekarang pupuk mahal pak, NPK-300rb/50kg, TSP sama, KCL sama. Hanya urea yg masih bertahan pada harga standar 65 rb. Hasil tani saat ini tidak sesuai. Saya menggarap lahan +-3hektar, namun hasilnya masih belum sebanding dengan apa yang saya kerjakan. Kalau dihitung hasil buruh lebih besar ketimbang bertani. Plus Untuk menambah lokasi, harga tanah saat ini tidak terjangkau. Apakah petani masih pekerjaan yang menjanjikan ???
    MAAF kalau saya berkomentar OOT.

  2. BAIM permalink
    25 Maret 2008 11:01 am

    Assalamu alaikum wr.wb
    kalau menurut saya,pekerjaan sebagai petani bukan hanya sekedar bercocok tanam namun bagaimana kalau produksi melimpah tnpa ada sebuah aktivitas tataniaga/pemasaran.munkin kosepmya bukan bercocok tanam tapi besagribisnis dgn sistem islam.

  3. 9 April 2008 5:01 pm

    Ass Wr Wb.

    Alhamdulillah saat ini saya masih menyimpan dokumentasi yang berisi tentang penggunaan pupuk organik yang menguntungkan para petani. Berbagai komoditi mulai sayur sayuran, palawija, padi, tanaman buah-buahan serta tanaman keras/ pohon tahunan. Dokumentasi tersebut berbentuk VCD yang cukup ringkas namun sarat dengan teknologi pertanian yang cukup ekonomis. Disajikan pula perhitungan keuntungan petni yang menggunakan pupuk organik ini.

    Bagi rekan-rekan yang ingin bertukar informasi/ sharing, saya bersedia mengirimkan VCD ini (sebagian saja karena totalnya ada 35 keping VCD) ke alamat anda. Gratis saya kirim ke alamat anda dengan tujuan saling bertukar menukar informasi.

    Demikian pula sebaliknya, bila anda memiliki info yang bagus juga, tolong saya dibantu untuk mendapatkannya.

    Kesimpulan saya :
    Bertani masih merupakan peluang yang cukup baik karena jumlah lahan kita lebih dari 50 jt hektar belum optimal.

    Wass Wr Wb,
    Dari Cilegon Banten
    Anung R.E
    Perum Bumi Cibeber Kencana Blok B.1 No.6 CILEGON BANTEN
    42423
    HP: 0811122045

  4. 29 Mei 2008 11:31 am

    Saya sangat mendukung bahwa usaha pertanian,mungkin dalam konteks pertanian modern yang lebih komplek bisa disebut agribisnis adalah mata pencaharian yang paling baik dan utama.Sampai detik inipun masih terpatri keinginan pada diri saya untuk mengabdikan diri melalui bidang ini.Namun di negara kita yang “katanya disebut negara agraris ini”,hampir semua kebikjakannya tidak ada yang membela sektor pertanian ini. Sehingga bagi para pemula seperti saya sangat berat sekali untuk mendarma baktikan ilmu dan pengalaman,..sekali lagi karena tidak adananya sokongan dari kebijakan pemerintah.

  5. budi permalink
    3 Maret 2009 3:11 pm

    Saya sedang menempuh kuliah tenteng pertanian… Israel bisa buat irigasi dari air laut,knapa indonesia tidak? Pertanian America hanya 5% tp mampu expor ke negar tetangga. Indo punya 70% lbih petani..sharusnya lebih bisa? Jepang punya struktur tanah yang hampir sama dg Indo tp tanahnya jauh lebih bagus Indonesia. seharusnya lebih bisa, Inggris juga hebat dalam pertanian padahal kepulaunya kecil & punya 4 musim…Indonesia punya kepulau yang luas..dg 2 musim yang cocok u/ pertanian cz musim salju tdk cocok u/ pertanian…Dari itu semua kita sudah harus sadar Gak perlu pemerintah yg sibuk politik,,,,tp Generasi muda adlah harapan Bangsa kedepan…jadi Ayo belajar Irigasi dari Israel..Pertanian cerdas ala Jepang,,,Petani kaya/besar ala America dan juga Negara kepulauan yang maju seperti Inggris…Indonesia bisa jika kita mau belajar ilmu yang bermanfaat………..

  6. baharuddin permalink
    17 Mei 2010 8:59 pm

    ass wr wb.
    menurut pandangan islam lebih baik berdagang atau bercocok tanam

    • ABU ABDILBARR permalink*
      13 Juli 2010 5:38 pm

      Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh
      Secara umum dari uraian penjelasan di atas dapat diketahui keutamaan bercocok tanam dibandingkan profesi lain..
      Secara khusus mungkin harus dilihat keadaan dan kemanfaatannya dari berdagang dan bercocok tanam tersebut.

  7. Ilham permalink
    3 Agustus 2010 3:48 pm

    Buat Mas Anung..

    saya sangat berterima kasih bila ingin berbagi informasi mengenai VCD cara bercocok tanam dengan organik..

    kalo berkenan, saya sangat berharap untuk bisa mendapatkan VCD tersebut, semoga bisa bermanfaat dan menjadi amal jariah bagi mas anung. melihat petani2 didesa kami, khususnya makassar masih belum mengetahui pertanian dengan sistem organik.

    Gimana caranya agar VCD tersebut bisa saya dapatkan?

    Terima kasih

    Salam sukses selalu dan hiduplah pertanian Indonesia.

  8. 3 Agustus 2010 3:56 pm

    Buat Mas Anung…

    apa boleh saya mendapatkan VCDnya itu, dan bagaimana caranya bisa didapatkan???

    Terima kasih.

    Semoga informasi dari VCD tersebut bisa memberi pencerahan kepada kami yang masih bertani dengan cara konvensional.

  9. 23 April 2013 2:48 pm

    sukses tuk smuanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: