Skip to content

29. DAN ABU JAHAL PUN DIKALAHKAN OLEH 2 ANAK PETANI

3 September 2009

badarPetani secara umum adalah warga sipil yang biasa bekerja di sawah atau ladangnya dengan menggunakan alat-alat pertanian seperti cangkul, arit dan yang semisalnya. Petani secara umum bukanlah termasuk anggota militer yang sudah terbiasa di medan perang. Petani tidaklah mempunyai keahlian dasar berperang seperti mempergunakan senjata maupun  dasar beladiri yang baik.

Lalu bagaimanakah perasaan seorang panglima perang atau Jenderal yang dikalahkan dalam peperangan oleh petani tentunya dia akan merasa terhina karena itu sesuatu yang memalukan. Dia akan lebih suka dikalahkan oleh seorang prajurit atau anggota militer apalagi kalau dikalahkan oleh seorang panglima perang atau jenderal seperti dirinya tentunya itu sebuah hal yang wajar bahkan mungkin membanggakan.

Tetapi begitulah yang terjadi pada Abu Jahal yang dijuluki “Fir’aunnya ummat ini” yang sombong dan merasa dirinya tinggi dan mulia semasa hidupnya. Alloh azza wa jalla telah menghinakan Abu Jahal dalam Perang Badr, dia dikalahkan oleh 2 anak kecil, anak-anak dari keluarga petani.

Dalam Shahih Muslim hadits no. 1800 atau no. 3358, Anas bin Malik radhiyallhu ‘anhu meriwayatkan kisah ini, dia berkata

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( من ينظر لنا ما صنع أبو جهل ؟ ) فانطلق ابن مسعود فوجده قد ضربه ابنا عفراء حتى برك قال فأخذ بلحيته فقال آنت أبو جهل ؟ فقال وهل فوق رجل قتلتموه ( أو قال ) قتله قومه ؟
قال وقال أبو مجلز قال أبو جهل فلو غير أكار قتلني

Artinya: Rasulullah shalallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Siapakah yang bisa memberitahuka kepada kita apa yang telah diperbuat Abu Jahal?” Lalu Ibnu Mas`ud segera berangkat, namun sayang ia mendapati Abu Jahal telah ditikam oleh dua putra Afra’ hingga jatuh tersungkur. Lalu ia menarik jenggot Abu Jahal dan berkata: Kamukah Abu Jahal itu? Ia menjawab: Apakah kamu melakukan ini di atas orang yang telah kamu bunuh? Atau ia berkata: Yang telah dibunuh oleh kaumnya. Abu Mijlaz berkata: Abu Jahal berkata: Alangkah senangnya bila yang membunuhku bukan orang-orang petani.

Sebab Rasululloh shallallohu ‘alaihi wa sallam bertanya tentang Abu Jahal padahal Beliau telah mengetahui Abu Jahal akan mati (dalam keadaan sekarat) adalah untuk memberi kabar gembira kepada kaum muslimin yang sedang berperang karena salah satu panglima perang pasukan lawan dan gembong kejahatan sudah dalam keadaan sekarat.

Mendengar pertanyaan itu, Ibnu Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu beranjak mencari Abu Jahal, dia mendapati Abu Jahal sudah tersungkur di atas tanah dalam keadaan sekarat setelah ditikam oleh 2 putra Afra’ kemudian  Ibnu Mas’ud rodhiyallohu ‘anhu memenggal lehernya dan dibawa kehadapan Rosulullloh shallalohu ‘alaihi wa sallam.

2 putra Afro’ itu adalah Muadz bin Amr bin Jamuh yang baru berumur 14 tahun dan Muawwidz bin Afro’ yang baru berumur 13 tahun.

Abdurahman  bin Auf rodhiyallohu ‘anhu seorang sahabat terkenal, berkata: Ketika berlangsung perang Badar, ketika saya sedang berdiri dalam barisan perang, saya melihat di sisi kanan dan kiri saya ada anak kecil, dan anak itu bernama Mu’adz bin ‘Amrul bin Jamuh  dan Mu’awwidz bin Afro. Dalam pikiran saya terlintas seandainya di sisi saya adalah orang dewasa dan kuat tentu akan lebih baik, karena jika diperlukan tentu dapat membantu. Sedangkan  di sisi saya sekarang ini  hanyalah dua anak kecil, bagaimana mungkin mereka  dapat membantu saya?. Ketika saya sedang berfikir demikian …, salah satu anak itu memegang tangan  saya dan bertanya  “ Paman, kenalkah paman dengan Abu Jahal ? Saya menjawab “ Ya, saya mengenalnya, mau apa kalian dengannya ?”  Ia berkata, saya dengar, ia selalu mencari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam. Demi  Allah, yang nyawaku berada di tangan-Nya, jika saya melihatnya tentu saya tidak akan membiarkannya. Dia yang mati atau saya yang mati. Saya kaget mendengar jawabannya itu. Anak yang kedua juga bertanya seperti anak yang pertama, dan ia juga mengatakan hal yang sama. Kebetulan di medan perang itu saya melihat Abu Jahal sedang berkeliling. Saya berkata kepada dua anak itu. Lihatlah orang yang kalian tanyakan kepada saya sedang berjalan. Mendengar ucapan saya, keduanya langsung menghunuskan pedang mereka dan lari mendekati Abu Jahal.  Kedua anak ini hanya berjalan kaki sedangkan Abu Jahal mengendarai kuda. Ia sedang mengatur barisan pasukannya. Ketika Abdurahman bin Auf melihatnya, kedua anak itu berlari mendekati Abu Jahal. Karena jika menyerang secara langsung Abu Jahal yang sedang berkuda tentu sangat sulit, maka anak yang pertama menyerang kaki kuda, dan anak yang kedua menyerang kaki Abu Jahal. Dengan serangan itu terjatuhlah kuda Abu Jahal, dan ia juga terjatuh tidak bisa berdiri lagi. Walaupun kedua anak itu berhasil menjatuhkan Abu Jahal, tetapi Abu Jahal belum terbunuh lalu datanglah Abdullah bin Mas’ud langsung memenggal kepala Abu Jahal.

Perkataan Abu Jahal: “Alangkah senangnya bila yang membunuhku bukan petani”. Perkataan ini mengisyaratkan kekecewaannya yang telah dikalahkan oleh 2 Putra Afro’ yang termasuk kaum anshor yang mayoritas adalah adalah petani. Maknanya perkataannya adalah seandainya Abu Jahal dikalahkan oleh bukan petani itu lebih dia sukai dan dan lebih terhormat juga bukan merupakan aib.

3 Komentar leave one →
  1. 13 Oktober 2009 1:14 pm

    TERIMA KASIH SAUDARAKU. ENGKAU TELAH MEMBANTUKU DALAM MENIMBA ILMU TENTANG SEJARAH SEKITAR RASULULLAH SAW. SEMOGA ALLAH MEMBALAS KEBAIKAN SAUDARAKU.

  2. 9 Juli 2010 10:47 pm

    mas, aku copy ke blog ipb ya..

Trackbacks

  1. DAN ABU JAHAL PUN DIKALAHKAN OLEH 2 ANAK PETANI… | ag+ rd -> sn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: