Skip to content

14. IHYAUL MAWAT: MENGHIJAUKAN DAN MENGHIDUPKAN BUMI

13 Oktober 2009

lahan kosongDiantara perhatian islam untuk memakmurkan bumi ini adalah berupa anjuran untuk memakmurkan tanah yang mati, tanah yang tak bertuan dan tidak produktif, baik untuk pertanian ataupun untuk kegiatan lainnya. Dan dalam masalah ini ada beberapa hadits yang berhasil saya dapatkan untuk disebutkan pada kesempatan ini.

Dalam ajaran islam pemanfaatan lahan atau tanah yang mati, tidak bertuan dan tidak produktif ini disebut ihyaul mawat. Definisi ihyaul mawat adalah seorang muslim pergi ke tanah yang tidak dimiliki siapa pun kemudian memakmurkannya dengan menanam pohon di dalamnya, atau membangun rumah di atasnya, atau menggali sumur untuk dirinya dan menjadi milik pribadinya.

Berkata Syaikh Abdul Azhim Al Badawi: “Ihyaul Mawat adalah seseorang memberikan tanda/tiang pada tanah yang sebelumnya tidak diketahui seorang pun yang memiliki tanah tersebut, kemudian dia menghidupkannya dengan mengairinya atau menanami tanaman, menanami pepohonan atau membangun bangunan, sehingga menjadi miliknya.

Tanah tak produktifIhyaul Mawat diperbolehkan dan islam mendakwahkan untuk menghidupkan lahan yang mati berdasarkan sabda Rasulullah Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam:

مَنْ أَعْمَرَ أَرْضًا لَيْسَتْ لأَحَدٍ فَهُوَ أَحَقُّ

“Barangsiapa yang memakmurkan tanah yang tidak di miliki oleh seorang seorangpun maka dia lebuh berhak (atas tanah itu).” (HR. Imam Bukhari. (5/8/2325), Shahil Jami’ish Shaghir (6057).

Berkata Urwah, ‘Hukum itu ditetap sebagai keputusan pada saat Umar menjabat sebagi khalifah.’

Dan dari Jabir Rodhiyallohu ‘Anhu dari Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam, Beliau bersabda:

مَنْ أَحْيَا أَرْضًا مَيْتَةً فَهِيَ لَهُ

“Barangsiapa yang menghidupkan tanah yang mati maka tanah itu menjadi miliknya.”( HR. Tirmidzi (2/419/1395), Shaihul Jami’ish Shaghir (5975)).

Itulah ajaran islam menganjurkan untuk memanfaatkan lahan yang mati, yang tidak bertuan untuk dimakmurkan baik dengan dibangun rumah ataupun ditanami tanaman. Ini menunjukkan islam menganjurkan untuk membuat produktif suatu lahan, jangan sampai terbengkalai dan tidak terurus.

9 Komentar leave one →
  1. 15 Oktober 2009 7:58 am

    bagus euy, eh sorry ngikut thread komentar posting ini untuk berkenalan dulu,
    saya Agus Suhanto…🙂

  2. irfan haris permalink
    6 Februari 2010 9:25 am

    apakah pada zaman sekarang masih ada tanah yang kosong tidak ada pemiliknya?

  3. ade permalink
    10 Februari 2010 2:06 pm

    assalamualaikum, saya setuju , kbetulan saya mau ngajak kerjasama pnanaman jabon, yang skarang sedang bagus prospeknya, sistem bagi hasil, tertarik hubungi saya 085287028312, jabon bisa tumbuh bagus dilahan kritis/tidur, cpat tumbuh dan nilai ekonomisnya tinggi, smoga kta bisa bekerjasama, jika ada lahan tidur minimal 1 ha atau lebih bisa hubungi saya kita slamatkan bumi sambil meningkatkan pendapatan masyarakat

  4. aulia permalink
    12 Maret 2010 5:12 pm

    alhamdulillah,,, benar2 membantu tugas saya.😉

  5. 18 April 2010 10:11 pm

    Terimakaish banyak infonya, selama ini saya menanam hanya berfikir demi uang, ternyata bisa juga diniatkan beribadah ya.

  6. sri permalink
    15 Juni 2010 11:37 am

    pak saya mau tnya ruang lingkup ihyaul mawat itu apa saja yah…
    mohon bantuan nya, mksh….

  7. ratri rahayu permalink
    29 September 2011 4:33 pm

    asss..wr..wb

    saya mau brtanya. skripsi saya ingin bertema kan IHYAUL MAWAT..
    lalu sekiranya permasalahan apa yang bisa saya angkat untuk dijadikan sebuah judul skripsi. terima kasih sebelumnya..

    ass..wr..wb

    • ABU ABDILBARR permalink*
      3 Oktober 2011 8:35 pm

      Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh
      saya kira banyak permasalahan yang bisa diangkat
      coba aja baca kitab bidayatul mujtahid atau kitab fikih yang besar tentang ihyaul mawat..
      saran saya adalah temanya tentang apakah bisa ihyaul mawat dari lahan tidur padahal itu ada yang punya bukan tanah tak bertuan

  8. ratri rahayu permalink
    29 September 2011 4:34 pm

    dengan bertema kan ihyaul mawat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: