Skip to content

42. KISAH PARA PEMILIK KEBUN YANG GAGAL PANEN

15 Oktober 2009

kebun terbakarPendahuluan

Sesungguhnya ketamakan terhadap harta tidak akan membawa kepada kesuksesan sejati malahan akan mengantarkan kepada kegagalan di dunia dan akhirat. Ambisi besar untuk mengusai seluruh harta kita tanpa keinginan untuk berbagi dengan orang-orang dalam keadaan kekurangan akan menjadi batu sandungan yang menjerembabkannya kejurang kegagalan terutama bagi seorang muslim.

Teks Kisah Dalam Al-Qur’an

Ini adalah sebuah kisah dalam Al-Qur’an surat Al-Qolam ayat 17-33. Alloh subhanahu wa ta’alla berfirman yang artinya:

“Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil)nya di pagi hari (17), dan mereka tidak menyisihkan (hak fakir miskin) (18), lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur (19), maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita (20), lalu mereka panggil memanggil di pagi hari(21) : “Pergilah diwaktu pagi (ini) ke kebunmu jika kamu hendak memetik buahnya”(22). Maka pergilah mereka saling berbisik-bisik (23) “Pada hari ini janganlah ada seorang miskinpun masuk ke dalam kebunmu” (24). Dan berangkatlah mereka di pagi hari dengan niat menghalangi (orang-orang miskin) padahal mereka (menolongnya) (25). Tatkala mereka melihat kebun itu, mereka berkata: “Sesungguhnya kita benar-benar orang-orang yang sesat (jalan) (26), bahkan kita dihalangi (dari memperoleh hasilnya)” (27) Berkatalah seorang yang paling baik pikirannya di antara mereka: “Bukankah aku telah mengatakan kepadamu, hendaklah kamu bertasbih (kepada Tuhanmu)?” (28) Mereka mengucapkan: “Maha Suci Tuhan kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim” (29). Lalu sebahagian mereka menghadapi sebahagian yang lain seraya cela mencela (30). Mereka berkata: “Aduhai celakalah kita; sesungguhnya kita ini adalah orang-orang yang melampaui batas” (31). Mudah-mudahan Tuhan kita memberikan ganti kepada kita dengan (kebun) yang lebih baik daripada itu; sesungguhnya kita mengharapkan ampunan dati Tuhan kita (32). Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui (33).

kebun yang hangusSiapakah Mereka?

Siapakah orang-orang yang disebutkan dalam kisah di Surat Al-Qolam  ini? Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa:

Sebagian salaf menyebutkan bahwa mereka adalah penduduk negeri Yaman. Berkata Sa’id bin Jabir: “Mereka tinggal di desa Dhhurwan yang jaraknya 6 mil dari Shona’a. Ada juga yang menyebutkan mereka adalah penduduk negeri Habasyah (Ethiopia).

Bapak mereka adalah petani yang meninggalkan untuk mereka kebun tersebut. Mereka termasuk dari kalangan ahlul kitab.

Bapak mereka adalah orang yang hidup dengan jejak rekam yang baik. Dia menggunakan hasil kebunnya untuk modal perawatan kebunnya, sebagiannya lagi disimpan untuk kebutuhan makan keluarganya selama setahun, dan sisanya untuk di sedekahkan.

Kemudian, tatkala dia telah wafat, maka kebunnya diwariskan kepada mereka selaku ahli warisnya. Mereka berkata: “Bapak kita telah berbuat bodoh dan keliru karena telah memberikan sisa panen kebun untuk disedekahkan kepada orang-orang fakir. Sekiranya kita tidak memberikan sisa panen kebun kita kepada orang-orang fakir tentunya kita akan mempunyai harta yang berlimpah.”

Kemudian setelah mereka bertekad untuk tidak memberikan sisa panen kebun kepada orang-orang fakir maka Alloh azza wa jalla menggagal maksud dan rencana mereka. Alloh lenyapkan semua hasil panen yang sudah hampir ditangan dan di depan mata. Karena tinggal kebun itu dibumi hanguskan Alloh pada satu malam sebelum hari panen. Tidak tersisa bagi mereka hasil panen sedikitpun. Modal untuk merawat kebun dan keuntungan yang diperhitungkan semuanya ludes.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: