Lanjut ke konten

14. IHYAUL MAWAT: MENGHIJAUKAN DAN MENGHIDUPKAN BUMI

13 Oktober 2009

lahan kosongDiantara perhatian islam untuk memakmurkan bumi ini adalah berupa anjuran untuk memakmurkan tanah yang mati, tanah yang tak bertuan dan tidak produktif, baik untuk pertanian ataupun untuk kegiatan lainnya. Dan dalam masalah ini ada beberapa hadits yang berhasil saya dapatkan untuk disebutkan pada kesempatan ini.

Dalam ajaran islam pemanfaatan lahan atau tanah yang mati, tidak bertuan dan tidak produktif ini disebut ihyaul mawat. Definisi ihyaul mawat adalah seorang muslim pergi ke tanah yang tidak dimiliki siapa pun kemudian memakmurkannya dengan menanam pohon di dalamnya, atau membangun rumah di atasnya, atau menggali sumur untuk dirinya dan menjadi milik pribadinya. Baca selanjutnya…

41. KISAH KEDERMAWANAN URWAH BIN ZUBAIR ROHIMAHULLOH

2 Oktober 2009

kebun jeruk Urw ah bin Zubair adalah seorang yang ringan tangan, longgar dan dermawan. Di antara bukti kedermawanannya itu adalah ketika beliau memiliki sebidang kebun yang luas di Madinah dengan air sumurnya yang tawar, pepohonan yang rindang serta buahnya yang lebat. Beliau memasang pagar yang mengelilinginya untuk menjaga kerusakannya dari binatang-binatang dan anak-anak yang usil. Hingga tatkala buahnya telah masak dan membangkitkan selera bagi yang memandangnya, dibukalah beberapa pintu sebagai jalan masuk bagi siapa pun yang menghendakinya. Baca selanjutnya…

26. ABU THOLHAH RODHIYALLOHU ‘ANHU, KEBUN TERCINTA PUN DI INFAQ KAN

2 Oktober 2009

Lahan pertanian  merupakan aset yang sangat berharga dan penting bagi seorang petani. Dengan adanya lahan, petani bisa menanam tanamannya. Dan apabila seorang petani mempunyai beberapa kebun/lahan pertanian tentunya dia akan mempunyai sebuah kebun/lahan pertanian yang paling dia favoritkan, kebun yang paling dia sukai dan senangi.

Lalu apabila seorang petani diminta untuk memberikan kebun yang merupakan asetnya tentunya dia akan merasa berat hati untuk memberikan. Rasa berat hati itu akan bertambah lagi jika kebun itu adalah harta/kebun yang sangat dia cintai.

Namun rasa berat hati tidaklah ada pada seorang sahabat bernama Abu Thalhah rodhiyallohu ‘anhu. Dalam sebuah hadits yang bersumber dari sahabat Anas bin Malik rodhiyallohu ‘anhu dia menceritakan: Baca selanjutnya…

29. DAN ABU JAHAL PUN DIKALAHKAN OLEH 2 ANAK PETANI

3 September 2009

badarPetani secara umum adalah warga sipil yang biasa bekerja di sawah atau ladangnya dengan menggunakan alat-alat pertanian seperti cangkul, arit dan yang semisalnya. Petani secara umum bukanlah termasuk anggota militer yang sudah terbiasa di medan perang. Petani tidaklah mempunyai keahlian dasar berperang seperti mempergunakan senjata maupun  dasar beladiri yang baik.

Lalu bagaimanakah perasaan seorang panglima perang atau Jenderal yang dikalahkan dalam peperangan oleh petani tentunya dia akan merasa terhina karena itu sesuatu yang memalukan. Dia akan lebih suka dikalahkan oleh seorang prajurit atau anggota militer apalagi kalau dikalahkan oleh seorang panglima perang atau jenderal seperti dirinya tentunya itu sebuah hal yang wajar bahkan mungkin membanggakan.

Tetapi begitulah yang terjadi pada Abu Jahal yang dijuluki “Fir’aunnya ummat ini” yang sombong dan merasa dirinya tinggi dan mulia semasa hidupnya. Alloh azza wa jalla telah menghinakan Abu Jahal dalam Perang Badr, dia dikalahkan oleh 2 anak kecil, anak-anak dari keluarga petani. Baca selanjutnya…

45. KISAH PETANI BERSAMA MUADZ BIN JABAL RODHIYALLOHU ‘ANHU

12 Juni 2008

jamaahDalam kitab-kitab hadits disebutkam tentang kisah mengenai seorang petani yang bekerja menyirami tanaman kurmanya menggunakan unta pada siang harinya. Tentunya pada malam harinya dia merasa kelelahan dan tidak mampu sholat berjama’ah dengan rokaat yang panjang.

Sebagaimana biasanya dia sholat bersama Muadz bin Jabal rodhiyallohu ‘anhu karena dia termasuk anggota kaumnya Muadz.

Muadz biasanya sholat ‘isya bersama Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam kemudian dia pulang menuju kaumnya dan mengimami mereka sholat isya-.
Pada suatu malam dia sholat isya bersama Muadz, dan Muadz pada waktu itu pada rokaat pertama membaca surat Al-Baqoroh sehingga petani tersebut memutuskan sholatnya bersama Muadz dan sholat sendirian. Sikapnya ini menjadi polemik antara dirinya, kaumnya dan Mu’adz.Maka dia melaporkan kejadian tersebut, dan Rosululloh malah marah kepada Mu’adz dan menyuruh dia memperhatikan keadaan makmumnya.

Baca selanjutnya…

43. KISAH PEMILIK 2 KEBUN

23 Januari 2008

sungai kebun

Pada kesempatan ini, akan disebutkan kisah petani yang disebutkan dalam kitabulloh Al-Qur’an. Sesungguhnya dalam kitab suci kaum muslimin ini banyak disebutkan kisah-kisah orang-orang terdahulu sebelum islam yang banyak mengandung pelajaran bagi kaum muslimin yang senantiasa membaca, mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an. Bukankah Alloh berfirman:

“Sungguh pada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (Q.S. Yusuf : 111).

Adapun kisah pemilik dua kebun ini disebutkan Alloh dalam surat Al-Kahfi Ayat 32 sampai ayat 44. Alloh berfirman: Baca selanjutnya…

18. PETANI MERUPAKAN MERUPAKAN PROFESI TERBAIK DAN UTAMA

7 Desember 2007

bertani

Di zaman sekarang kita dihadapkan pada banyaknya jenis dan macam pekerjaan. Pekerjaan atau mata pancaharian seseorang kian bertambah banyak sesuai dengan bertambahnya penduduk dan semakin khususnya keahlian seseorang.

Namun sebenarnya pada asalnya hanya ada tiga profesi sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Mawardi. Dia berkata: “Pokok matapancaharian tersebut adalah bercocok tanam (pertanian), perdagangan dan pembuatan suatu barang (industri)”.

Para ulama berselisih tentang manakah yang paling baik dari ketiga profesi tersebut. Madzhab As-Syafi’i berpendapat bahwa pertanian adalah yang paling baik. Sedangkan Imam Al-Mawardi dan Imam An-Nawawi berpendapat bercocok tanam lah yang paling baik karena beberapa alasan:

Baca selanjutnya…