Lanjut ke konten

23. SOLUSI BAGI YANG KUNCI MOTORNYA HILANG

7 April 2011

Pendahuluan

Tulisan ini saya buat sebagai sharing bagi orang-orang yamg mengalami kasus yang sama. Yaitu saat kehilangan kunci motor dan tidak ada kunci cadangan atau serep. Ini adalah satu solusi yang paling banyak diambil.

Kronologis

Ahad pagi kemarin tanggal 4 April 2011 saya, istri dan kedua anak saya pergi ke Radio Rodja menggunakan sepeda motor suzuki shogun. Sesampainya dilokasi, motor diparkir di halaman Masjid Al-Barkah. Setelah selesai urusan yaitu sebelum dhuhur saya langsung ke tempat parkir untuk pulang ke rumah. Setelah berada di samping motor, saya berniat mengambil kunci motor TERNYATA KUNCI TIDAK ADA! KUNCI HILANG PADAHAL TIDAK ADA SEREP DI RUMAH Baca selanjutnya…

49. KISAH SAHABAT YANG BERINVESTASI 600 POHON KURMA

29 Maret 2011

Kisah yang patut direnungkan. Semoga bisa memotivasi kita untuk berinfaq di jalan Allah.

Allah Ta’ala berfirman,

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌ

Barangsiapa memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan balasan pinjaman itu untuknya dan dia akan memperoleh pahala yang banyak” (QS. Al Hadid: 11)

‘Umar bin Khottob mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ayat ini adalah berinfaq di jalan Allah. Ada pula yang mengatakan bahwa maksud ayat ini adalah memberi nafkah pada keluarga.

Yang tepat sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Katsir bahwa yg dimaksudkan dengan ayat ini adalah berinfaq di jalan Allah secara umum (baik itu di jalan Allah atau menafkahi keluarga) dengan niat yg ikhlas dan tekad yg jujur, ini semua tercakup dlm ayat di atas.

Ayat di atas semisal dengan firman Allah Ta’ala,

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan” (QS. Al Baqarah: 245)

Kisah Abu Dahdaa

‘Abdullah bin Mas’ud menceritakan bahwa tatkala turun ayat di atas (surat Al Hadid ayat 11), Abud Dahdaa Al Anshori mengatakan, “Wahai Rasulullah, apakah Allah menginginkan pinjaman dari kami?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Betul, wahai Abud Dahdaa.”
Kemudian Abud Dahdaa pun berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah tanganmu.” Baca selanjutnya…

48. APA MAHLUK TERBESAR?

25 Agustus 2010

Kajian Silsilah Al-Ahaadits Ash-Shahihah

Hadits ke-109

“Tidaklah perbandingan besar tujuh langit dengan al-Kursi melainkan  seperti cincin di atas padang pasir. Dan Kebesaran Al-Arsy dibandingkan Al-Kursi seperti padang pasir itu dengan cincin tersebut”

Pelajaran yang bisa diambil dari hadits ini adalah: Baca selanjutnya…

12. Al-QUR’AN DAN PERTANIAN : ALQUR’AN BUKAN BUKU SAINS

30 Juli 2010

Alhamdulillah dewasa ini, banyak ilmuwan muslim atau pun para pelajar yang mendapati sains yang bersesuaian dengan Al-Qur’an. Namun yang disayangkan sebagian mereka dan juga sebagian kaum muslimin yang menjadikan Al-Qur’an sebagai acuan sains. Padahal Al-Qur’an bukan kitab sains.

Tidak terkecuali dalam bidang pertanian. Mereka yang menyatakan bahwa banyak tumbuhan dan buah-buahan yang disebut-sebut dalam Al-Qur’an , bahkan sebagiannya dijadikan sebagai sarana bersumpah Alloh. Diketahui bahwa tumbuhan dan buah-buahan itu menyimpan berbagai keajaiban, baik keajaiban penciptaan maupun keajaiban manfaatnya. Para ahli mengungkap misteri yang melingkupi semua itu, yang sekaligus membuktikan bahwa Al-Qur’an  tidak pernah menyebutkan informasi apapun secara serampangan dan tanpa makna. Mereka menyebutkan keajaiban ilmiah dalam desain penanaman anggur, keajaiban biji-bijian dalam dalam Al-Qur’an, keajaiban ilmiah ladang pertanian dalam Al-Qur’an, sistem pertanian model janan Al-Qur’an,  Al-Qur’an dan tumbuhan bersaksi atas keadilan sahabat dan sebagainya. Alhamdulillah…

Akan tetapi, ketahuilah bahwa Al-Qur’an bukan lah buku sains, bukan pula kumpulan ensiklopedia ilmu pengetahuan alam. Meskipun memang dalam al-Qur’an membicarakan alam semesta, menerangkan tentang mahluk hidup baik manusia, hewan maupun tumbuhan.

Akan tetapi hakikat Al-Qur’an adalah sebagai petunjuk manusia, Alloh Azza wa jalla berfirman:

“Bulan Ramadhan, yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). (AlBaqoroh :185) Baca selanjutnya…

27. KOMODITAS PERTANIAN YANG TERMASUK BARANG RIBAWI

17 Juni 2010

PENDAHULUAN

Pada zaman barter dahulu sebelum manusia mengenal uang maka jual beli dilakukan dengan cara barter.  Misal orang daratan yang mempunyai komoditas pertanian membarter hasil panennya dengan garam dan ikan yang dimiliki para nelayan. Atau pun petani pegunungan yang mempunyai hasil panen berupa sayuran melakukan barter dengan petani dataran rendah yang mempunyai beras dan kelapa.

Hukum barter seperti ini diperbolehkan dalam islam. Selagi jenis komoditasnya berbeda maka perbedaan jumlah berat maupun takaran tidaklah menjadi masalah. Namun apabila barter yang dilakukan dengan komoditas yang sejenis maka harus dilakukan secara tunai dan jumlahnya sama. Jika tidak, maka akan menjadi riba.

Misalkan seorang membarter antara beras “pandan wangi” dengan beras bulog atau beras raskin maka jumlah atau takarannya harus sama walaupun beras “pandan wangi” kualitasnya bagus dan beras raskin kualitasnya rendah. Kalau berbeda takarannya maka menjadi riba.

TEKS HADITS

Dalam hadits disebutkan bahwa:

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ سَوَاءً بِسَوَاءٍ يَدًا بِيَدٍ فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ

Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Jika jenis barang tadi berbeda, maka silahkan engkau membarterkannya sesukamu, namun harus dilakukan secara kontan (tunai).” (HR. Muslim no. 1587) Baca selanjutnya…

9. RAHN – HUKUM GADAI DAN GADAI SAWAH

4 Juni 2010


Pendahuluan

Dalam kehidupan di Masyarakat tentu kita telah mengetahui suatu praktik muamalah yang disebut gadai. Gadai adalah penjaminan hutang dengan suatu barang. Pemerintah pun ikut memfasilitasi masalah gadai ini. Pemerintah membuat lembaga PERUM PEGADAIAN untuk membantu masyarakat yang ingin meminjam uang dengan cara gadai.

Adapun pembahasan yang menjadi fokus kita adalah mengenai gadai dalam pertanian, khususnya mengenai gadai sawah yang sering dilakukan oleh para petani muslim. Namun sebelumnya kita akan membahas gadai secara umum lebih dahulu agar kita bisa mendudukkan permasalahan sesuai tempatnya.

 

Definisi Gadai.

–          Menurut bahasa, “rahn” berarti tertahan.

–          Menurut istilah agama, kata rahn ialah memperlakukan harta sebagai jaminan atas hutang yang dipinjam, supaya dianggap sebagai pembayaran manakala yang berhutang tidak sanggup melunasi hutangnya.

Dasar Pensyariatan Gadai

–            Dalil dari Al-Qur’an

Allah تعالى berfirman:

: وَإِنْ كُنْتُمْ عَلَى سَفَرٍ وَلَمْ تَجِدُوا كَاتِبًا فَرِهَانٌ مَقْبُوضَةٌ

“Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang jaminan yang dipegang.” (QS al-Baqarah: 283). Baca selanjutnya…

30. AYO MENANAM POHON DI SURGA

27 April 2010

Pepohonan Di Surga

Dari Ibnu Mas’ud رضي الله عنه dia berkata: Bersabda Rosululloh صلى الله عليه وسلم “aku bertemu Nabi Ibrohim pada malam aku di isrokan Alloh, lalu dia berkata ” Wahai Muhammad apakah umatmu membaca salam? Apakah kamu mengabarkan bahwa surga itu tanahnya subur dan airnya tawar dan tanamannya adalah ;”سبحان الله والحمد لله ولا إله إلا الله والله أكبر ” hadits riwayat At-tirmidzi

Dari hadits di atas dapat diambil faidah bahwa pohon-pohon di surga adalah  ucapan tasbih (سبحان الله) , tahmid(الحمد لله  ), tahlil (لا إله إلا الله) dan takbir (الله أكبر)

Baca selanjutnya…