Lanjut ke konten

(53). DIANTARA MU’JIZAT RASULULLAH

22 Juli 2012

Muqaddimah

Tulisan ini ditulis setelah mengikuti Kajian Kitab Silsilah Al-Ahaadits As-Shahiihah yang tidak saya ikuti secara rutin. Pada saat itu kajian sudah sampai hadits nomor 485. Dan haditsnya cukup bagus kalau saya terjemahkan lagi sehingga bisa diambil faidah bagi kaum muslimin yang membacanya.

Teks Hadits

” ما لبعيرك يشكوك ? زعم أنك سانيه حتى إذا كبر تريد أن تنحره ( لا تنحروه 

و اجعلوه في الإبل يكون معها ) ” .

 

قال الألباني في “السلسلة الصحيحة” 1 / 795 :

 

أخرجه الإمام أحمد ( 4 / 173 ) حدثنا أسود بن عامر حدثنا أبو بكر بن عياش عن 

حبيب بن أبي عمرة عن المنهال بن عمرو عن # يعلى # قال :

” ما أظن أن أحدا من الناس  رأى من رسول الله صلى الله عليه وسلم إلا دون ما 

رأيت – فذكر أمر الصبي , و النخلتين , و أمر البعير , إلا أنه قال – ” فذكره .

 

قلت : و هذا إسناد صحيح رجاله ثقات رجال البخاري غير أسود بن عامر فمن أفراد 

مسلم .

 

ثم استدركت فقلت : إنه منقطع كما يأتي .

و قد أخرجه الحاكم ( 2 / 617 – 618 ) من طريق يونس بن بكير عن الأعمش عن 

المنهال بن عمرو عن يعلى بن مرة عن أبيه قال :

” سافرت مع رسول الله صلى الله عليه وسلم فرأيت منه شيئا عجبا , نزلا منزلا 

فقال : انطلق إلى هاتين الشجرتين فقل : إن رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول 

لكما أن تجتمعا , فانطلقت فقلت لهما ذلك , فانتزعت كل واحدة منهما من أصلها , 

فمرت كل واحدة إلى صاحبتها , فالتقيا جميعا , فقضى رسول الله صلى الله عليه 

وسلم حاجته من ورائهما , ثم قال : انطلق فقل لهما لتعود كل واحدة إلى مكانها , 

فأتيتهما , فقلت ذلك لهما , فعادت كل واحدة إلى مكانها .

 

و أتته امرأة فقالت : إن ابني هذا به لمم منذ سبع سنين يأخذه كل يوم مرتين , 

فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : أدنيه , فأدنته منه , فتفل في فيه و قال : 

اخرج عدو الله أنا رسول الله , ثم قال لها رسول الله صلى الله عليه وسلم إذا 

رجعنا فأعلمينا ما صنع . فلما رجع رسول الله صلى الله عليه وسلم استقبلته

و معها كبشان و أقط و سمن , فقال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم : خذ هذا 

الكبش , فاتخذ منه ما أردت , فقالت : و الذي أكرمك ما رأينا به شيئا منذ 

فارقتنا .

 

ثم أتاه بعير فقام بين يديه , فرأى عينيه تدمعان , فبعث إلى أصحابه , فقال :

ما لبعيركم هذا يشكوكم ? فقالوا : كنا نعمل عليه , فلما كبر و ذهب عمله تواعدنا 

عليه لننحره غدا .

فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا تنحروه و اجعلوه في الإبل يكون معها .

و قال الحاكم : ” صحيح الإسناد ” . و وافقه الذهبي . 

TERJEMAHANNYA Baca selanjutnya…

40. Kamus Istilah Tumbuh-tumbuhan Dalam Al-Qur’an

8 Juli 2012

بسم الله الرحمن الرحيم

Kamus Istilah Tumbuh-tumbuhan di Dalam Al-Qur’an

Abb

Terdapat di Surat ‘Abasa ayat 31

“Dan buah-buahan serta rumput-rumputan

Abb adalah rumput yang tumbuh di padang rumput dan terkadang dimutlak kan untuk setiap tumbuhan yang tumbuh di tanah.

Atsal

Lihat Surat Saba’ ayat 16

“Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr”.

Atsal adalah pohon yang sejenis cemara dengan nama latin Tamarix aphylla ( L) Karsten . Atsal ini juga disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim rahimahumallah ketika menjelaskan tentang kayu yang digunakan membuat mimbar Rasulullah صلى الله عليه وسلم

Ahwa

Lihat surat Al-A’la ayat 5

lalu dijadikan-Nya rumput-rumput itu kering kehitam-hitaman”.

Ahwa dimutlakan pada kumpulan tumbuhan asam dan termasuk family Chenopodiaceae. Baca selanjutnya…

25. ANTARA SIKAT GIGI DAN SIWAK

8 Februari 2012
SIKAT GIGI

SIKAT GIGI

SIWAK

SIWAK

Apakah mendapat pahala dalam penggunaan sikat gigi sebagaimana siwak, apa ada perbedaan diantara keduanya?

Bersiwak bertujuan untuk membersihkan mulut dan gigi dengan menggunakan siwak (yang berasal dari pohon arak)  atau pun dengan sesuatu yang fungsinya sama, yakni bisa membersihkan dengan baik. Tidak dikhususkan bersiwak hanya dengan kayu siwak saja, bisa dari pohon araak maupun yang lainnya. Baca selanjutnya…

50. UKURAN TAKARAN SATU SHA’

10 Januari 2012

sha'

Ukuran Takaran Satu Sha’

Muqaddimah

Mengetahui ukuran takaran satu sha’ sangat penting dalam menjalankan syari’at agama islam, karena ada beberapa amal ibadah yang menggunakan takaran satu sha’. Diantara penggunaan takaran sha’ ini adalah dalam pelaksanaan zakat fitrah.

Al-Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim rahimahumallah meriwayatkan:

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anha, beliau berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau gandum bagi budak maupun orang merdeka, laki-laki maupun perempuan, anak kecil maupun orang tua dari kalangan kaum muslimin, dan Beliau memerintahkan penunaian (zakat fitrah) sebelum orang-orang keluar untuk shalat (‘idul fitri)”. Baca selanjutnya…

BIDARA (SIDR) :POHON YANG MEMPUNYAI KEHORMATAN/KEMULIAN #2

14 Mei 2011

Alloh aza wa jalla telah memuliakan beberapa tempat atas tempat-tempat lainnya, sebagaimana Alloh azza wa jalla telah memuliakan Kota Mekkah dan Madinah lebih mulia daripada tempat-tempat lain di muka bumi ini.

Alloh azza wa jalla telah memuliakan sebagian individu  atas individu-individu yang lainnya, sebagaimana memuliakan sebagian nabi atas sebagian yang lainnya.

Dan dijadikan untuk sebagian makhluk kemuliaan atas makhluk-makhluk lainnya.

Termasuk apa yang diharamkan karena merupakan pohon adalah pohon bidara.

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

: قاطع السدر يُصوّب الله رأسه في النار

”Pemotong pohon bidara Alloh akan menunjuk  kepalanya di neraka.

HR Al-Baihaki di dalam As-sunan Al-kubro, dan Syaikh al-Albani rohimahulloh menshohihkannya dalam Shohihul Jami’ Baca selanjutnya…

18. OBROLAN MALAM PERTAMA PENGANTIN BARU

21 April 2011

Pernikahan Nayilah Binti Al-Farafishah

Tamadhur, istri Abdurrahman bin Auf bercerita, Saya berkata kepada Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu, “Apakah Anda punya keinginan dengan putri paman saya; perawan, cantik, berpostur padat, pipi lembut, dan cerdas, untuk kamu nikahi?”

Dia menjawab, “Ya.”

Dia pun menunjukinya kepada Nayilah binti al-Farafishah al-Kalbiyah. Al-Farafishah al-Kalbi ketika itu masih beragama Nasrani, demikian pula anaknya. Hanya saja, ia memiliki saudara laki-laki yang telah masuk Islam. Maka Utsman pun melamarnya melaluinya, dan ia dinikahkan oleh saudaranya itu. Baca selanjutnya…

49. KISAH SAHABAT YANG BERINVESTASI 600 POHON KURMA

29 Maret 2011

Kisah yang patut direnungkan. Semoga bisa memotivasi kita untuk berinfaq di jalan Allah.

Allah Ta’ala berfirman,

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌ

Barangsiapa memberi pinjaman kepada Allah dengan pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan balasan pinjaman itu untuknya dan dia akan memperoleh pahala yang banyak” (QS. Al Hadid: 11)

‘Umar bin Khottob mengatakan bahwa yang dimaksud dengan ayat ini adalah berinfaq di jalan Allah. Ada pula yang mengatakan bahwa maksud ayat ini adalah memberi nafkah pada keluarga.

Yang tepat sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnu Katsir bahwa yg dimaksudkan dengan ayat ini adalah berinfaq di jalan Allah secara umum (baik itu di jalan Allah atau menafkahi keluarga) dengan niat yg ikhlas dan tekad yg jujur, ini semua tercakup dlm ayat di atas.

Ayat di atas semisal dengan firman Allah Ta’ala,

مَنْ ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan” (QS. Al Baqarah: 245)

Kisah Abu Dahdaa

‘Abdullah bin Mas’ud menceritakan bahwa tatkala turun ayat di atas (surat Al Hadid ayat 11), Abud Dahdaa Al Anshori mengatakan, “Wahai Rasulullah, apakah Allah menginginkan pinjaman dari kami?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Betul, wahai Abud Dahdaa.”
Kemudian Abud Dahdaa pun berkata, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah tanganmu.” Baca selanjutnya…